Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamen Jogja Tak Lagi di Lampu Merah, Pemkot Sediakan Area Khusus

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 20:27 WIB | Oleh:
Pengamen Jogja Tak Lagi di Lampu Merah, Pemkot Sediakan Area Khusus Doc: ANTARA/Luqman Hakim
Ket. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.

YOGYAKARTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menyiapkan area khusus bagi pengamen jalanan sebagai bagian dari program Jogja Zero Gepeng. Dengan langkah ini, pengamen tidak lagi beraktivitas di lampu merah maupun trotoar, sekaligus menjaga kenyamanan warga dan wisatawan.

"Kami akan berusaha melakukan penataan. Kami juga berusaha melakukan pendekatan persuasif kepada pemilik restoran, hotel, dan tempat-tempat yang butuh dihibur tanpa harus memaksa," ujar Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai Apel Pilar Sosial dalam rangka Jogja Zero Gepeng di Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Minggu.

Pemkot Yogyakarta mencatat terdapat 22 kelompok pengamen dengan 53 anggota yang beraktivitas di lampu merah wilayah kota.

Hasto menyebutkan lokasi relokasi pengamen seperti di Embung Giwangan, Kota Yogyakarta yang setiap Sabtu dan Minggu ramai pengunjung.

Menurut dia, penyediaan tempat khusus untuk mengamen agar bisa menghibur masyarakat yang berolahraga pagi maupun pejalan kaki.

Contoh lain adalah di Taman Pintar, yang juga akan diberi area khusus, begitu pula di restoran dan hotel di Yogyakarta.

"Kami akan melakukan pendekatan persuasif dan meminta bantuan mereka memberikan ruang sedikit kepada pengamen supaya bisa mencari rezeki di situ," ujarnya.

Hasto mengakui jumlah pengamen di lampu merah Kota Yogyakarta kini semakin banyak sehingga mengganggu lalu lintas dan pejalan kaki di trotoar. Bahkan, kata dia, ada aduan wisatawan yang terganggu suara pengamen saat menginap di hotel.

"Tamu salah satu hotel protes dengar suara pengamen karena dianggap mengganggu. Untuk itu, kami tata," katanya.

Selain pengamen, Pemkot Yogyakarta juga akan menata gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal tetap. Penataan dilakukan tanpa razia, melainkan melalui pendataan dan identifikasi penyebab yang bersangkutan menjadi gelandangan.

"Pemkot nanti melalui dinas sosial bisa memberikan sosialisasi. Kami harus bisa melakukan moratorium gelandangan dan pengemis. Nanti kami urusi, dan harapannya tidak muncul lagi gelandangan dan pengemis di Kota Yogyakarta," ujar Hasto.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Yogyakarta Solihul Hadi mendorong dinas teknis dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) menangani gelandangan dan pengemis (gepeng) secara hati-hati dan dengan perasaan.

"Kami khawatir kalau penanganan keliru, maka ini tidak akan bisa menuju Jogja Zero Gepeng. Untuk itu, kami mendorong dinas sosial optimalisasi penanganan gepeng ini benar-benar menuju Jogja Zero Gepeng pada HUT Kota Yogyakarta pada 8 Oktober," katanya.

Ia menambahkan, identifikasi perlu dilakukan lebih dulu sebelum penanganan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.