Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Pendalaman Pasar, BI Pacu Perputaran Transaksi

📅 Minggu, 28 Sep 2025, 15:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dorong Pendalaman Pasar, BI Pacu Perputaran Transaksi Doc: ANTARA FOTO/ Muhammad Adimaja
Ket. Petugas keamanan melakukan penjagaan di kawasan Gedung Bank Indonesia, Jakarta.

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus mendorong pendalaman pasar keuangan supaya ekosistem investasi di Indonesia makin solid.

Dengan pasar yang lebih dalam, instrumen keuangan jadi lebih beragam, likuiditas meningkat, dan pelaku usaha maupun investor punya lebih banyak pilihan untuk mengelola risiko.

BI kepengin pasar keuangan di tanah air tak cuma stabil, melainkan juga bisa jadi motor pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menegaskan bank sentral terus mendorong pendalaman pasar keuangan melalui peningkatan volume transaksi dan pembentukan harga yang lebih kredibel.

Destry melalui keterangan tetulis yang diterima di Jakarta, Minggu (28/9), mengatakan di pasar uang, fokus diarahkan pada transaksi repo dan Overnight Index Swap (OIS) yang mengacu pada suku bunga acuan INDONIA.

Sedangkan di pasar valuta asing (valas), penguatan dilakukan lewat Domestic Non-Deliverable Forward(DNDF) dan FX Swap, dengan referensi kurs JISDOR serta kurs acuan non-USD/IDR.

Adapun pada Jumat (26/9), BI telah meluncurkan matchmaking OIS.

Destry menjelaskan bahwa matchmaking OIS berfungsi memfasilitasi pencocokan transaksi antarbank sehingga harga terbentuk lebih efisien dan interaksi pasar lebih lancar.

Ketersediaan suku bunga acuan berbasis INDONIA juga diharapkan memperkuat mekanisme harga instrumen OIS yang bersifat forward looking.

BI mencatat perkembangan positif di pasar valas. Hingga Agustus 2025, rata-rata harian transaksi DNDF mencapai 212 juta dolar AS atau sekitar sepuluh kali lipat lebih tinggi dibanding awal penerapannya pada 2018. Menurut BI, capaian tersebut masih perlu terus ditingkatkan.

“Tentunya BI tidak bisa sendirian, perlu sinergi dan kerja sama kita bersama," ujar Destry.

Sejalan dengan itu, menurut Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae, penggunaan INDONIA sebagai acuan OIS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kredibilitas, transparansi, dan efektivitas suku bunga rupiah, sejalan dengan reformasi suku bunga global.

OJK berkomitmen melakukan pemantauan, pendampingan, dan mendorong pemanfaatan instrumen berbasis INDONIA agar memberi manfaat optimal bagi stabilitas sistem keuangan.

“Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, kita optimis pasar keuangan Indonesia semakin kompetitif dan berdaya saing global," ujar Dian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Nasional
Kenaikan Imbal Hasil Dollar...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.