• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • YLKI: Rombak Sistem MBG da...

YLKI: Rombak Sistem MBG dari Hulu ke Hilir, Guna Cegah Keracunan

Jumat, 26 Sep 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Boro-boro mendapat tambahan gizi, para korban keracunan program makan bergizi gratis (MBG) malah rusak kesehatannya. Melihat meluasnya keracunan MBG, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai perlu perombakan sistem Program MBG dari hulu ke hilir untuk menanggapi kasus keracunan yang terus-menerus terjadi belakangan.

"YLKI mendorong perombakan sistem secara menyeluruh dari hulu hingga hilir serta audit standar dapur juga standar makanan dalam MBG. Pemerintah wajib hadir dan bertanggung jawab terhadap setiap kasus atau kerugian yang dialami oleh penerima manfaat," kata Ketua YLKI Niti Emiliana dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.

Ket. Foto: Parah kondisi korban keracunan mbg — Sumber: ist

Ia menekankan pentingnya Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh dan mengedepankan keamanan pangan dalam MBG yang memenuhi beberapa prinsip, keamanan, kesehatan dan keselamatan bagi konsumen.

"YLKI juga mendesak perlu ada pelatihan, standar, dan jaminan kebersihan (hygiene) sanitasi sarana prasarana dapur, termasuk kehalalan food tray (ompreng) harus bisa dijamin. Jika terbukti ompreng tersebut tidak terjamin kehalalannya, maka perlu ada penarikan dan penggantian alternatif untuk ompreng," ujar dia. Niti melanjutkan, pemerintah juga harus membuka ruang pengaduan masyarakat terhadap Program MBG, sehingga aduan masyarakat bisa menjadi koreksi kebijakan MBG ke masyarakat.

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyatakan pihaknya akan membuka kanal aduan berupa nomor hotline atau WhatsApp yang dapat diakses seluruh masyarakat. "Kami minta masyarakat juga turut berpartisipasi untuk membantu kami mengawasi, agar kami langsung ambil tindakan supaya enggak terjadi yang seperti ini (keracunan). Kami sedang siapkan beberapa nomor hotline-nya, Insyaallah semoga besok bisa kita umumkan," kata Nanik.

Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp.Kardio(K) mengatakan perlu ada penanganan yang sistematis untuk mencegah angka keracunan makanan di sekolah meningkat.

“IDAI ingin agar keracunan ini bisa dicegah semaksimal mungkin. Bagi kami, satu korban anak keracunan itu sudah sesuatu yang besar, apalagi ribuan, sehingga butuh penanganan sistematis untuk mencegah supaya keracunan ini tidak terjadi lagi,” kata Piprim dalam diskusi kesehatan yang diikuti di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan IDAI sangat prihatin dengan apa yang terjadi pada anak-anak yang menjadi korban keracunan makanan bergizi gratis yang dibagikan di sekolah.

  • Keracunan MBG

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.