Makanan Program Gizi Gratis Diselidiki Usai Insiden Keracunan Pelajar di Lombok Barat

Jumat, 26 Sep 2025, 17:45 WIB

Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Mataram, Nusa Tenggara Barat menguji makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mengakibatkan sejumlah pelajar sekolah dasar di Narmada, Kabupaten Lombok Barat mengalami gejala keracunan.

Kepala Unit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram Ipda Imamul Ahyar di Mataram, Jumat, mengatakan pengujian ini bagian dari langkah penyelidikan atas tindak lanjut laporan pihak sekolah.

Ket. Foto: Kepala Unit Tipidter Satreskrim Polresta Mataram Ipda Imamul Ahyar. — Sumber: Antara Foto

"Jadi, sekarang kami masih tunggu hasil uji makanannya dari BPPOM (Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan) Mataram," kata Ahyar.

Dia mengatakan bahwa hasil uji laboratorium akan menjadi kelengkapan alat bukti untuk menentukan langkah penyelidikan.

"Ahli nanti yang memberikan jawaban, apakah memang makanannya mengandung racun atau tidak. Bukan dari kami," ujarnya.

Selain menunggu hasil uji laboratorium, permintaan keterangan para pihak, mulai dari kepala sekolah, guru, pelajar, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak dapur umum yang menyediakan makanan masih menjadi rangkaian penyelidikan.

"Pemeriksaan saksi masih berjalan, sembari menunggu hasil uji laboratorium dari BPPOM," ucap dia.

Berdasarkan pengakuan dari penyedia, mereka sudah menyiapkan makanan MBG sesuai Standard Operating Procedure (SOP) yang berlaku.

"Mereka (penyedia) mengaku tidak ada bahan makanan kedaluwarsa yang ikut tercampur," kata Ahyar.

Meskipun ada bantahan dari penyedia, ia memastikan penanganan laporan ini masih tetap berjalan hingga menemukan apa penyebab sejumlah pelajar mengalami gejala keracunan.

"Makanya kami masih dalami. Tunggu saja seperti apa hasil laboratoriumnya," ujar dia.

Dalam laporan, terdapat enam pelajar dari dua sekolah dasar yang mengalami gejala keracunan serupa, seperti mual dan sakit perut. Saat kejadian, mereka dilarikan ke puskesmas terdekat.

Dua sekolah tersebut adalah SDN 1 Nyurlembang dan SDN 1 Selat. Peristiwa keracunan yang dialami pelajar terjadi pada 3 September 2025. Penanganan di tahap penyelidikan ini bagian dari tindak lanjut laporan pihak sekolah pada 17 September 2025.

  • Program MBG

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.