Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Investor Harap Sabar! Short Selling Ditahan, BEI Pilih Main Aman Hingga Maret Tahun Depan

📅 Jumat, 26 Sep 2025, 20:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Harap Sabar! Short Selling Ditahan, BEI Pilih Main Aman Hingga Maret Tahun Depan Doc: Antara.
Ket. Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia (BEI).

JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penundaan implementasi fasilitas pembiayaan dan pelaksanaan transaksi short selling oleh perusahaan efek sampai dengan 17 Maret 2026.

Penundaan tersebut sebagaimana tercantum dalam surat pengumuman Nomor Peng-00174/BEI.POP/09-2025 dalam keterbukaan informasi di BEI, Jakarta, Jumat (26/9).

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Irvan Susandy mengatakan Bursa tidak menerbitkan Daftar Efek Short Selling sebagaimana diatur dalam ketentuan III.2 Peraturan Bursa Nomor II-H tentang Persyaratan dan Perdagangan Efek dalam Transaksi Margin dan Transaksi Short Selling sampai dengan tanggal 17 Maret 2026.

"Penundaan implementasi sebagaimana dimaksud di atas mulai berlaku sejak 29 September 2025," ujar Irvan.

Sebagai catatan, transaksi short selling oleh perusahaan efek adalah praktik menjual saham yang sebenarnya belum dimiliki, dengan harapan bisa membelinya kembali di harga yang lebih rendah.

Mekanismenya, perusahaan efek atau investor meminjam saham tertentu dari pihak lain (biasanya pemegang saham besar atau melalui fasilitas pinjam-meminjam efek), lalu menjualnya di pasar.

Jika harga saham turun, saham tersebut dibeli kembali dengan harga lebih murah untuk dikembalikan kepada pemilik awal, sehingga selisih harga menjadi keuntungan.

Short selling dapat meningkatkan likuiditas dan memperdalam pasar modal, karena menambah variasi strategi investasi.

Namun, praktik ini juga berisiko tinggi: bila harga saham justru naik, kerugian bisa tak terbatas karena saham harus dibeli kembali dengan harga lebih mahal.

Karena itu, otoritas pasar modal biasanya menerapkan aturan ketat, seperti daftar saham yang boleh ditransaksikan (shortable stocks), mekanisme pelaporan, serta pengawasan untuk mencegah manipulasi harga.

Pada 3 Maret 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI telah melakukan penundaan implementasi short selling di tengah gejolak yang terjadi di pasar saham Indonesia saat itu.

“Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut dan mendapatkan masukan dari para pemangku kepentingan dan pelaku pasar, OJK akan mengambil kebijakan awal, pertama adalah menunda implementasi kegiatan short selling,” ujar Kepala Eksekutif OJK bidang Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon Inarno Djajadi.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik sebelumnya mengungkapkan sebanyak tiga anggota bursa (AB) telah siap untuk memfasilitasi transaksi short selling dan intraday short selling (IDSS) di pasar modal Indonesia.

“Tiga AB sedang dalam proses akhir, sehingga kami harap dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah ada paling tidak tiga AB yang nantinya bisa memberikan layanan Intraday Short Selling kepada para investor,” ujar Jeffrey.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

49 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

59 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.