Bulog All Out Serap Gabah! Petani Tenang, Stok Beras Aman
Jumat, 26 Sep 2025, 22:30 WIBJAKARTA â Menyerap gabah petani secara maksimal bukan hanya soal menjaga harga di tingkat produsen, tetapi juga menjadi kunci stabilitas pangan nasional.
Jika serapan gabah optimal, petani mendapat kepastian pasar dan harga yang layak sehingga meningkatkan kesejahteraan mereka. Di sisi lain, pemerintah bisa memperkuat cadangan beras nasional untuk mengantisipasi gejolak harga maupun potensi krisis pangan.
Kegagalan dalam menyerap gabah justru berisiko membuat harga anjlok di musim panen, melemahkan daya saing petani, dan mendorong ketergantungan pada impor.
Karena itu, kolaborasi antara Bulog, pemerintah daerah, hingga pelaku industri pangan menjadi krusial untuk menciptakan rantai pasok yang berkeadilan.
Perum Bulog menegaskan komitmen menyerap gabah petani secara maksimal guna menjaga ketersediaan stok beras nasional, melindungi kesejahteraan petani, serta memastikan tercapainya ketahanan dan swasembada pangan berkelanjutan di Indonesia.
"Kami menjalankan penugasan ini secara optimal sebagai bentuk dukungan penuh terhadap kebijakan pemerintah sekaligus perlindungan nyata bagi petani Indonesia," kata Direktur Pengadaan Perum Bulog Prihasto Setyanto dalam keterangan di Jakarta, Jumat (26/9).
Melalui mandat yang diberikan Badan Pangan Nasional (Bapanas) sebagaimana tertuang dalam surat nomor 257/TS.03.03/K/9/2025 tanggal 18 September 2025, Perum Bulog kembali ditugaskan melaksanakan penugasan pengadaan gabah dan beras pada Semester II Tahun 2025.
Prihasto mengatakan pada bulan September hingga Desember merupakan masa panen gadu. Sehingga pihaknya memanfaatkan momen tersebut, sekaligus sebagai bentuk komitmen mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menyerap gabah kering panen (GKP) dengan harga beli Rp6.500 per kilogram.
Dikatakan penyerapan dilakukan baik melalui mekanisme cadangan beras pemerintah (CBP) maupun secara komersial.
Langkah itu tidak hanya bertujuan menjaga ketersediaan cadangan beras nasional, tetapi juga memastikan harga gabah di tingkat petani tetap stabil dan menguntungkan.
"Gabah yang diserap oleh Bulog adalah gabah yang telah memasuki usia panen, sehingga kualitas tetap terjaga dan petani memperoleh kepastian pasar," tegasnya.
Lebih lanjut Prihasto menuturkan pelaksanaan serap gabah akan dilakukan di berbagai sentra produksi padi di seluruh Indonesia.
Dalam setiap tahapan, Perum Bulog menjunjung tinggi prinsip akuntabilitas, transparansi, serta tata kelola yang baik (good governance) guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
âBulog akan membeli GKP dari petani langsung, di saat harga di tingkat petani sama dan atau kurang dari Rp6.500 per kilogram,â tuturnya.
Dengan penugasan ini, tambah Prihasto, Perum Bulog kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Bulog optimistis panen gadu tahun ini dapat memberi manfaat bagi petani sekaligus memperkuat stok beras nasional.
"Kami percaya, keberhasilan penugasan ini akan menjadi wujud nyata kolaborasi antara pemerintah, petani, dan Bulog dalam mewujudkan kemandirian pangan bangsa," kata Prihasto.
Perum mencatat stok cadangan beras pemerintah yang dikelola saat ini mencapai 3,9 juta ton. Bulog memastikan cadangan pangan nasional itu aman hingga Desember 2025.
- Bulog
- Serap Gabah Petani
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bulog Tanjungpinang Gelontorkan 1 Ton Beras SPHP dan 1.800 Liter MinyaKita di Pasar Murah
-
Harga Plastik Naik Tajam, Pramono Dorong Inovasi dan Alternatif Ramah Lingkungan
-
Belanja Bijak, Jangan Panik! Bulog Jamin Minyakita Stabil, Nggak Langka
-
Relokasi pedagang pasar induk Gadang
-
Bantuan Pangan 60% Cair! 20 Juta Warga Sudah Terima Beras Bulog
-
Jusuf Kalla Laporkan Dugaan Hoaks ke Bareskrim, Terkait Tuduhan Dana Rp5 Miliar
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.