Berpotensi Melemah Lanjutan, 26 September 2025
Jumat, 26 Sep 2025, 09:10 WIBJAKARTA â Rupiah berpotensi melemah dalam perdaÂgangan di pasar uang akhir pekan ini karena dipengaruhi kombinasi sentiment internal dan eksternal. Polemik terkait pengampunan pajak atau Tax Amnesty dan eskalasi konflik geopolitik bakal menekan pergerakan rupiah.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi SadeÂwa tidak mendukung pemberlakuan amnesti pajak menjadi salah satu pemicunya. RUU Tax Amnesty sendiri masuk daÂlam daftar Program Legislasi Nasional 2025-2029.
Dari mancanegara, lanjutnya, Ibrahim berpendapat meÂmanasnya tensi geopolitik di Eropa usai Presiden Donald Trump berpidato di Perserikatan bangsa-Bangsa (PBB) jadi faktor yang mempengaruhi menguatnya dollar AS. KarenaÂnya, Ibrahim memproyeksikan kurs rupiah terhadap dolÂlar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Jumat (26/9), bergerak di kisaran 16.740-16.810 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada penutupan perdagangan, Kamis (25/9) sore, melemah sebeÂsar 65 poin atau 0,02 persen dari sehari sebelumnya menjadi 16.749 rupiah per dollar AS.
Analis Bank Woori Saudara Rully Nova menganggap peÂlemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi disiplin fisÂkal pemerintah di tengah belanja yang ekspansif. âBelanja ekspansif pemerintah akan dibiayai lebih dominan dengan hutang di tengah minat asing terhadap obligasi negara yang turun,â ujarnya di Jakarta, Kamis (25/9).
Dulu, kepemilikan asing disebut sempat mendekat 40 persen. Adapun saat ini berada di bawah 20 persen, sehingÂga Bank Indonesia (BI) dipaksa untuk membantu menutupi kekurangan pembiayaan melalui sharing burden, dengan menyerap obligasi negara. Kebijakan tersebut dinilai berisiÂko meningkatkan angka inflasi Indonesia.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Periode Pascalebaran, PELNI Berikan Diskon Tarif 20% untuk Muatan Kontainer
-
Mensos Tegaskan Rencana Penerapan WFA Tidak Ganggu Pelayanan Sosial
-
Rutin Bersih-bersih Lingkungan untuk Mendukung Gerakan Indonesia ASRI
-
Cegah Pelarian Modal, BI Diperkirakan Menaikkan Bunga Acuan di Semester I-2026
-
Konser di ICE BSD, aespa Akui Waktu di Jakarta Selalu Terburu-Buru
-
DLH Mimika Alokasikan Rp18 Miliar untuk Gaji Petugas Kebersihan, Total 182 Orang
-
Pelemahan Rupiah Uji Ketahanan Likuiditas Perbankan Syariah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.