- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Sebut Dinas Rahasia ...
Trump Sebut Dinas Rahasia sedang Selidiki Sabotase Eskalator di PBB
Kamis, 25 Sep 2025, 19:35 WIBWASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (24/9) mengatakan bahwa Dinas Rahasia sedang menyelidiki apa yang ia sebut sebagai "sabotase" di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), menuduh bahwa kerusakan eskalator, kegagalan teleprompter, dan masalah suara mengganggu penampilannya di badan dunia sehari sebelumnya.
Trump, dalam sebuah unggahan di Truth Social miliknya, mengatakan eskalator yang membawa dia dan istrinya Melania âberhenti mendadak"dalam perjalanan ke lantai utama, hampir menyebabkan mereka jatuh.
Dia menyerukan penangkapan siapa pun yang bertanggung jawab.
Ia juga mengatakan teleprompternya mati di awal pidatonya dan para pemimpin dunia di aula tidak dapat mendengarnya karena sistem suara rusak.
âBukan satu, bukan dua, tapi tiga peristiwa yang sangat mengerikan!â tulis Trump.
Pejabat PBB mengatakan mekanisme keamanan bawaan eskalator telah dipicu dan teleprompter dioperasikan oleh Gedung Putih, bukan organisasi tersebut.
Menyebut rangkaian peristiwa tersebut sebagai "sabotase rangkap tiga", Trump mengatakan ia telah meminta PBB untuk menyimpan rekaman kamera keamanan dan menuntut penyelidikan.
Ia mengatakan Dinas Rahasia sedang menyelidiki masalah tersebut.
Pejabat PBB tidak segera menanggapi permintaan komentar atas seruan Trump untuk mengadakan penyelidikan.
Juru bicara PBB Stéphane Dujarric mengatakan pada 22 September bahwa pembacaan unit pemrosesan pusat eskalator menunjukkan bahwa eskalator tersebut âberhenti setelah mekanisme pengaman bawaan pada anak tangga sisir dipicu di bagian atas eskalator.â
Dujarric mengatakan videografer Trump telah berjalan mundur menaiki eskalator untuk mengabadikan kedatangannya bersama ibu negara.
âVideografer mungkin secara tidak sengaja mengaktifkan fungsi keamanan,â katanya.
Dinas Rahasia AS tengah menyelidiki apakah gangguan pada eskalator dan teleprompter saat kunjungan Trump dan Melania ke Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) merupakan hasil peretasan yang disengaja.
Seorang pejabat PBB mengatakan pada 23 September bahwa Gedung Putih telah mengoperasikan teleprompternya sendiri.
Menanggapi tuduhan bahwa para delegasi tidak dapat mendengar suara Trump, pejabat tersebut mengatakan sistem suara dirancang agar orang-orang di tempat duduk mereka dapat mendengar pidato yang diterjemahkan ke dalam enam bahasa berbeda melalui earphone.Â
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
Berita Terbaru
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.