Topan Super Ragasa Terjang Tiongkok Selatan

Kamis, 25 Sep 2025, 02:10 WIB

YANGJIANG – Setelah memporakporandakan Taiwan dan menewaskan sedikitnya 17 orang, Topan Super Ragasa yang membawa angin kencang, hujan deras, dan gelombang laut yang ganas, pada Rabu (24/9) menghantam Tiongkok selatan saat topan dahsyat mencapai daratan Provinsi Guangdong.

Topan tersebut beberapa jam sebelumnya telah melewati Hong Kong, dengan layanan cuaca kota berpenduduk padat tersebut menilai badai tersebut sebagai yang terkuat di Pasifik barat laut sepanjang tahun ini.

Ket. Foto: Seorang warga desa mengendarai sepeda listrik melewati sebuah mobil yang teronggok rusak disapu banjir di Taiwan pada Rabu (24/9). Topan Super Ragasa telah membuat sebuah bendungan meluap dan mengenangi sejumlah wilayah di Taiwan. — Sumber: AFP/I-Hwa Cheng

Saat melintasi Taiwan, Ragasa menewaskan sedikitnya 17 orang dan melukai 18 orang ketika sebuah danau penghalang berusia puluhan tahun meluap di wilayah Hualien timur akibat hujan deras badai tersebut, menurut pejabat daerah.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan 152 orang hilang, tetapi kemudian merevisi angka tersebut menjadi 17, dengan mengatakan mereka telah melakukan kontak dengan lebih dari 100 orang yang sebelumnya dianggap hilang.

Lebih dari 7.600 orang dievakuasi akibat Topan Ragasa dan rekaman yang dirilis oleh badan pemadam kebakaran menunjukkan jalanan yang terendam banjir, mobil-mobil yang setengah terendam, dan pohon-pohon tumbang.

Pihak berwenang di seluruh daratan Tiongkok sebelumnya telah memerintahkan penutupan bisnis dan sekolah di setidaknya 10 kota di wilayah selatan negara itu, yang berdampak pada puluhan juta orang.

“Lebih dari 1,89 juta orang di berbagai kota di Guangdong telah direlokasi hingga Selasa (23/9) malam,” lapor Dinas Penanggulangan Darurat Bencana Tiongkok.

Badai tersebut menerjang daratan di sepanjang pantai Pulau Hailing, dekat Kota Yangjiang sekitar pukul 17.00 (09.00 GMT), kata para ahli meteorologi Tiongkok.

Stasiun kereta Yangjiang yang biasanya ramai, menjadi kosong melompong kata penduduk setempat, sementara perjalanan kereta api di Guangdong dihentikan pada hari Rabu.

Selama beberapa jam, topan dahsyat tersebut mengguncang gedung-gedung sementara hujan deras mengguyur kota.

Truk pemadam kebakaran melaju melewati jalan-jalan yang sebagian besar sepi sementara angin mematahkan ranting-ranting pohon di sepanjang jalan dan merobohkan sepeda motor yang terparkir di trotoar.

Badan Meteorologi mengatakan bahwa pada saat badai menghantam daratan, kecepatan angin maksimum di dekat pusat badai adalah 145 kilometer per jam.

Peringatan Ilmuwan

Pada Selasa, Topan Ragasa juga menghantam Hong Kong. Pihak berwenang Hong Kong mengatakan 90 orang telah dirawat di rumah sakit umum karena terluka akibat topan hingga Rabu malam.

Topan tersebut juga telah menghantam sebagian wilayah Filipina utara awal pekan ini dan menewaskan sedikitnya delapan orang, termasuk tujuh nelayan.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa badai menjadi lebih kuat seiring dengan pemanasan global akibat dampak perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.