Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Gaungkan Hilirisasi: Pesan Tegas ke Pemain Mineral Global

📅 Kamis, 25 Sep 2025, 17:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
RI Gaungkan Hilirisasi: Pesan Tegas ke Pemain Mineral Global Doc: ANTARA/ HO-Mind ID
Ket. Ilustrasi - Salah satu kegiatan operasional BUMN Holding Industri Pertambangan Mining Industry Indonesia atau Mind ID.

DENPASAR – Hilirisasi mineral di Indonesia sebenarnya bukan cuma soal menambah nilai ekonomi, tapi juga strategi keluar dari jebakan pengekspor bahan mentah. Selama ini, kita sering kirim nikel, bauksit, atau tembaga dalam bentuk mentah, lalu beli kembali dalam bentuk produk jadi dengan harga berkali lipat.

Hilirisasi penting karena memberi nilai tambah lebih besar, memperluas rantai industri dalam negeri, dan menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, dengan tren global menuju energi bersih, Indonesia punya posisi strategis sebagai pemasok bahan baku baterai kendaraan listrik—dan itu bisa jadi modal besar jika pengolahan dilakukan di dalam negeri.

Pemerintah menekankan kebijakan hilirisasi Indonesia kepada para pemain mineral dunia guna mendukung pengembangan transisi energi dan peningkatan nilai tambah ekonomi nasional.

“Kami mau semua proses dari raw material (barang mentah) itu ada di Indonesia,” kata Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Wakil Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Todotua Pasaribu di sela forum internasional mineral kritis, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (25/9).

Menurut dia, Indonesia saat ini sedang fokus hilirisasi melalui pengembangan sumber daya mineral yang dimiliki tanah air misalnya pasir silika digunakan sebagai salah satu bahan untuk mendukung panel surya.

Kemudian nikel dan kobalt sebagai instrumen penting untuk mendukung baterai kendaraan listrik.

Tantangannya, kata dia lagi, Indonesia perlu teknologi tinggi dan penanam modal dalam mendukung daya saing kompetitif setiap produk yang dihasilkan dari proses hilirisasi sumber daya mineral itu.

Untuk itu, kata dia pula, pemerintah membuka keran investasi baik dalam dan luar negeri untuk hilirisasi dengan menyediakan regulasi, kebijakan fiskal hingga kemudahan dalam perizinan.

“Bagaimana kami menyediakan perizinan yang lebih cepat dan tepat waktu, kebijakan fiskal yang bisa mendukung tumbuhnya investasi, bagaimana iklim investasi kondusif. Jadi poin-poin itu selalu kami dorong,” ujarnya pula.

Dalam pemaparannya, Wamen Investasi dan Hilirisasi itu menjelaskan realisasi investasi pada sektor hilirisasi mineral hingga 1 September 2025 yakni mencapai Rp193,8 triliun atau 12,11 miliar dolar Amerika Serikat/AS (asumsi kurs berdasarkan APBN Rp16.000).

Porsi paling besar adalah nikel mencapai Rp94,1 triliun, tembaga Rp40 triliun, bauksit Rp27,7 triliun, besi dan baja Rp21,5 triliun, timah mencapai Rp3,5 triliun, dan mineral lainnya yakni silika, emas, perak, kobalt, mangan, batu bara, aspal buton mencapai Rp7 triliun.

Ada pun forum tersebut dihadiri oleh rantai nilai para pemangku kepentingan global mulai dari pertambangan, manufaktur, pemerintah hingga investor.

“Kami berikan asing itu untuk akses ke sumber daya alam kita tapi komitmen kami tetap jelas bahwa prosesnya itu harus ada di negara kita,” ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Perlu Diperbanyak Kontes Film Pendek Guna Dorong Kreativitas

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perlu Diperbanyak Kontes Fi...
Daerah
Bantul Raih TPAKD Award 202...
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.