Wow! Kopdes Merah Putih Disebut Bisa Bikin Koperasi Bangkit Jadi Raksasa Ekonomi Rakyat
Rabu, 24 Sep 2025, 16:45 WIBSURABAYA â Pengembangan koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi kerakyatan karena menempatkan anggota sebagai pemilik sekaligus pengguna layanan.
Tantangannya terletak pada modernisasi tata kelola, akses pembiayaan, serta adopsi teknologi digital agar koperasi tidak tertinggal dari lembaga keuangan maupun bisnis konvensional.
Jika dikelola profesional dengan prinsip transparansi dan inovasi, koperasi bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal, memperluas inklusi keuangan, sekaligus meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah.
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengatakan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) merupakan salah satu jurus untuk membawa kejayaan dan mengejar ketertinggalan koperasi dari badan usaha lain seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau swasta.
âIde strategis KDMP yang dicetuskan Presiden Prabowo Subianto adalah untuk mengejar ketertinggalan koperasi dari badan usaha lain seperti BUMN dan swasta,â katanya dalam Musyawarah Wilayah Dekopinwil Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (24/9).
Ferry mengatakan dahulu eksistensi koperasi sangat kuat karena mampu dan berjaya dalam mengembangkan aneka sektor usaha, seperti produksi, distribusi, industri, hingga perkreditan.
Oleh sebab itu, KDMP yang berhasil menciptakan 80 ribu koperasi desa/kelurahan ini dinilai akan meningkatkan kinerja koperasi di Indonesia.
Terlebih, kini KDMP sedang memasuki tahap kedua yakni operasionalisasi sehingga pemerintah sudah banyak merelaksasi aturan untuk melancarkan dan mempermudah langkah Kopdes Merah Putih pada Oktober 2025 mendatang.
Ia mengatakan salah satu aturan yang direlaksasi yaitu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) dengan hasil revisi terbaru yang menunjuk bank-bank Himbara untuk bisa menyalurkan modal bagi KDMP sebagai tahap awal operasional.
"Himbara sudah memiliki manual book tentang tata cara pencairan dana untuk operasional Kopdes Merah Putih. Bahkan, sudah sosialisasi tata cara pembuatan proposal pencairan plafon pinjaman," ujar dia.
Meski demikian, Ferry menekankan pentingnya peran kerja sama antarkoperasi seperti untuk koperasi yang sudah lebih maju dapat bertindak sebagai offtaker, aggregator, maupun konsolidator bagi Kopdes Merah Putih yang baru tumbuh.
Dengan demikian, katanya, akan tercipta ekosistem usaha yang saling menguatkan mulai dari hulu hingga hilir, serta memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi anggota dan masyarakat desa.
Tak hanya itu, Ferry berharap Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) yang lahir dari induk-induk koperasi yang kuat diberbagai sektor usaha juga dapat mendukung pengembangan Kopdes Merah Putih agar lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
Ia mencontohkan, dukungan Dekopin dapat dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) seperti pendidikan, pelatihan, dan pendampingan guna mewujudkan tata kelola koperasi yang profesional dan akuntabel.
- kopdes merah putih
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Raker Menkop dengan Komisi VI DPR
-
KPK Dalami Peran Kerabat Sugiri Sancoko untuk Terima Uang Suap
-
Sebulan Terakhir, Jembatan Mahakam Ulu Kaltim Ditabrak Tongkang Batubara 2 Kali
-
Gubernur Pramono Anung Berencana Hadir di Acara Reuni 212.
-
Pemerintah Kawal Penanganan Bencana Longsor Cisarua
-
Polisi Sebut 32 Korban Ledakan di SMAN 72 Masih Jalani Perawatan
-
Wamendagri Bima Arya Tinjau Lokasi Pembangunan Kopdeskel Merah Putih di Sumedang, Siap Dorong Ekonomi Desa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.