Polisi Selidiki Kasus Siswa SD di Lombok Barat Diduga Keracunan MBG

Rabu, 24 Sep 2025, 16:28 WIB

MATARAM - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelidiki kasus dugaan sejumlah siswa sekolah dasar di wilayah Narmada, Kabupaten Lombok Barat mengalami keracunan usai menyantap makanan dari pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Mataram Ipda Imamul Ahyar di Mataram, Rabu, membenarkan adanya penyelidikan kasus tersebut.

Ket. Foto: Kepala Unit (Kanit) Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polresta Mataram Ipda Imamul Ahyar — Sumber: antara foto

"Iya, kami menangani kasus keracunan MBG di dua sekolah," katanya.

Dua sekolah dasar tersebut, SDN 1 Nyurlembang dan SDN 1 Selat. Peristiwa keracunan yang dialami sejumlah siswa terjadi pada 3 September 2025. Penanganan di tahap penyelidikan ini bagian dari tindak lanjut laporan pihak sekolah pada 17 September 2025.

Dia menyampaikan, total ada enam siswa yang mengalami keracunan. Tiga dari SDN 1 Nyiurlembang dan lainnya dari SDN 1 Selat.

Korban dilaporkan mengalami gejala serupa, mual dan sakit perut. Saat kejadian, mereka dilarikan ke puskesmas setempat. “Tidak sampai opname," ucapnya.

Dalam rangkaian penyelidikan, Ahyar mengatakan bahwa jajaran tipidter sudah mendatangi kedua sekolah. Pihak sekolah, pengelola dapur umum, dan ahli gizi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mataram sudah diperiksa. "Ahli gizi memeriksa sampel makanan," ujar dia.

Dari hasil analisa ahli gizi, makanan itu disajikan sesuai standar yang berlaku. Belum ada menemukan kandungan bahan makanan yang bersifat kedaluwarsa.

Lebih lanjut, Ahyar mengatakan pihaknya telah mengagendakan pemeriksaan korban yang akan menjadi rangkaian akhir dari tahap penyelidikan.

Sementara itu, Kepolisian Resor Garut masih mengumpulkan keterangan saksi yang saat ini sudah ada 19 orang dalam penyelidikan kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melanda ratusan siswa di Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar).

"Jumlah saksi yang telah kami periksa kaitan dengan dugaan keracunan sebanyak 19 orang saksi," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Joko Prihatin kepada wartawan di Garut, Selasa.

Ia menuturkan kepolisian saat ini terus melakukan pendalaman terkait kejadian ratusan siswa yang mengalami sakit gejala keracunan makanan yang diduga setelah menyantap menu MBG di Kecamatan Kadungora, sehingga harus mendapatkan penanganan medis.

Langkah yang dilakukan kepolisian, kata dia, selain melakukan uji laboratorium sampel makanan yang disajikan dalam program MBG, juga memeriksa saksi dari kalangan pihak sekolah, satpam, pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dan pihak terkait lainnya.

"Ke depan bisa saja masih ada saksi yang akan kita periksa, jadi masih dinamis," katanya.

Ia menegaskan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi akan terus dilakukan sambil menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dikonsumsi siswa korban keracunan, sekaligus akan meminta keterangan terhadap petugas laboratorium dan juga Dinas Kesehatan Garut. "Kami pasti akan meminta hasilnya untuk melakukan langkah selanjutnya," katanya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Yodi Sirodjudin menyatakan, saat ini belum menerima hasil uji laboratorium sampel makanan program MBG tersebut. "Hingga saat ini hasilnya belum kami terima," katanya.

Sebelumnya Dinkes Garut mendeteksi jumlah korban yang mengalami gejala keracunan sebanyak 657 orang, 19 orang di antaranya dirawat dan saat ini semuanya sudah sehat.

Kejadian itu berawal dari sejumlah siswa yang mengeluhkan sakit seperti pusing, mual, dan muntah-muntah setelah menyantap makanan yang disajikan di sekolahnya yakni MA Maarif Cilageni, SMA Siti Aisyah, dan SMP Siti Aisyah, kemudian SDN 2 Mandalasari di Kecamatan Kadungora pada Selasa (16/9).

Kondisi siswa tersebut semakin parah, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan, Rabu (18/9) sampai akhirnya mulai bermunculan siswa dengan mengeluhkan sakit yang sama ke puskesmas.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.