Targetkan Layani 12,2 Juta Penumpang di 2025, Garuda Jajaki Kelanjutan Kerja Sama dengan Boeing terkait Pengadaan Pesawat
Senin, 22 Sep 2025, 13:33 WIBJAKARTA - Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Wamildan Tsani Panjaitan saat ini tengah berkunjung ke Amerika Serikat (AS) untuk melakukan diskusi lanjutan soal rencana pengadaan pesawat dengan pabrikan Boeing.
Direktur Niaga Garuda Indonesia Reza Aulia Hakim mengatakan pihaknya terus menjajaki kerja sama dengan pabrikan pesawat untuk penambahan armada secara jangka panjang agar Garuda Indonesia mendapatkan kepastian jumlah pesawat, dan tentunya harga yang lebih kompetitif.
âDalam rangka keperluan kerja sama jangka panjang inilah Bapak Direktur Utama (Dirut) kami hari ini mendampingi Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam lawatan ke Amerika Serikat (AS) untuk melakukan diskusi lanjutan terkait rencana pengadaan armada pesawat dari Boeing," ujar Reza saat rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (22/9).
Garuda Indonesia bersama para pemangku kepentingan lain akan memastikan agar pembelian pesawat tersebut membawa keuntungan optimal baik secara strategis operasional dan juga finansial.
Seiring pulihnya industri penerbangan, kapasitas Garuda berangsur meningkat menjadi 71 pesawat pada 2023 dan tahun 2024 menjadi 73 pesawat.
Di bawah manajemen yang baru, hingga Agustus 2025 Garuda Indonesia telah mampu menambah lima pesawat baru sehingga kini kekuatan Garuda Indonesia mencapai 78 pesawat dan sepanjang tahun 2025 ini maskapai pelat merah tersebut menargetkan total akan terdapat tujuh pesawat baru.
Menurut Reza, hal tersebut merupakan penambahan pesawat terbanyak Garuda Indonesia pascapandemi Covid-19.
Dari sisi trafik penerbangan, pasar penumpang transportasi udara diproyeksikan akan terus meningkat mencapai sekitar 105 juta penumpang pada tahun ini. Garuda Indonesia menargetkan akan melayani 12,2 juta penumpang tahun ini.
Garuda Indonesia berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional baik melalui konektivitas udara, pariwisata dan juga ekonomi kreatif.
Komitmen Garuda ini diwujudkan melalui pelayanan terbaik yang telah mendapatkan pengakuan dunia.
Kemudian, juga Garuda meningkatkan konektivitas global dengan menjadi satu-satunya maskapai di Indonesia yang mengoperasikan lebih dari 30 pesawat berbadan lebar (weight body) dan memiliki kemitraan global atau global partnership dengan beberapa maskapai internasional.
"Kemudian juga kami juga ke depannya secara bertahap menargetkan menambah lebih dari 100 pesawat hingga 2029. Strategi ini akan memungkinkan Garuda Indonesia menghubungkan lebih dari 100 rute penerbangan dan mencapai 50 persen pangsa pasar domestik," kata Reza.
- Garuda Indonesia
- Boeing
- Pengadaan Pesawat
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Warga Kasemen Serang Sahur di Tengah Kepungan Banjir
-
Iran Menyerang Kelompok Kurdi di Irak Seiring Konflik yang Meluas
-
Garuda Indonesia Perkuat Penerbangan Haji 2026 dengan Layanan Ramah Lansia
-
Kejadian Unik! 23 Pemain Dikartu Merah Massal pada Pertandingan Bola Brasil, Ini Kronologinya
-
Polda Bali Awasi Kegiatan WNA Lewat Aplikasi Cakrawasi
-
Produksi kue kering jelang Lebaran
-
Pekan Kedua Maret, Harga BBM Pertamina, Shell, BP, Vivo Masih Stabil
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.