Gas Elpiji 3 Kg Langka di Lombok Tengah, Polisi Datangi SPPBE
Senin, 22 Sep 2025, 09:33 WIBLOMBOK TENGAH - Polres Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan inspeksi mendadak ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) untuk mengecek penyebab kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) yang menjadi keluhan masyarakat.
"Pengecekan ini untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan gas elpiji ini di wilayah Kabupaten Lombok Tengah," kata âKasat Reskrim Polres Lombok Tengah Iptu Lukluk Il Maqnun di Lombok Tengah, Senin.
Ia mengatakan pengecekan ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk memastikan ketersediaan dan kelancaran distribusi barang kebutuhan pokok masyarakat.
â
â"Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan oleh anggota Unit Tipidter di SPPBEÂ ditemukan ketersediaan stok di tingkat agen atau SPPBE berada dalam kondisi normal dan aman," katanya.
Namun, kata dia, hasil temuan di lapangan mengidentifikasi akar permasalahan kelangkaan di tingkat konsumen, sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan gas elpiji tersebut dan di beberapa pengecer juga tidak ada stok.
Menurut laporan yang diterima, kata Luluk, penyebab utama kelangkaan gas elpiji 3 kg adalah ditiadakan pasokan stok tambahan dari Pertamina ke pangkalan elpiji.
â
â"Akibat ditiadakan stok tambahan tersebut, terjadi ketidakseimbangan antara tingginya permintaan masyarakat dengan jumlah stok yang tersedia di pangkalan. Inilah yang menjadi penyebab utama kelangkaan," katanya.
Ia menyampaikan pihaknya akan terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi terbaik agar pasokan gas elpiji 3 kg kembali stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
â
â"Kami imbau masyarakat untuk tetap tenang dan serta tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan (panic buying) supaya masyarakat yang lain bisa tercover untuk mendapatkan gas elpiji 3 kg," katanya.
Informasi yang dihimpun, sejumlah warga di beberapa wilayah di Lombok Tengah mengeluhkan adanya kelangkaan gas elpiji 3 kg di tingkat pengecer maupun di sejumlah warung.
Begitu juga di pangkalan begitu ada pendistribusian gas elpiji langsung habis dibeli masyarakat sekitar pangkalan, sehingga pendistribusian ke pengecer juga tidak bisa dilakukan.
"Gas elpiji yang datang langsung habis hari itu saja. Ini penyebab pemakaian meningkat dari warga yang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW," kata Awal salah seorang warga Lombok Tengah.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Sidak ketersediaan gas elpiji jelang Ramadhan
-
Megawati Resmi Teken Kontrak Bersama Klub Turki Manisa BBSK
-
Kebutuhan elpiji tahun 2026-2027 mencapai 10 juta ton
-
Road to Milo Activ Indonesia Race 2025 Seri Penutup, Diikuti 4.200 Pelari
-
Pengantaran gas elpiji ke Kabupaten Ketapang
-
Pemkot Singkawang Targetkan Rumah Subsidi bagi 8.174 MBR yang Belum Miliki Hunian
-
Gubernur Khofifah Optimis Ekosistem Jatim dapat Mendukung Rencana Pengembangan 'Creative Financing'
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.