Bingung Soal Desil di KIP Kuliah? Ternyata Begini Cara Kerjanya

Senin, 22 Sep 2025, 20:15 WIB

JAKARTA – Banyak mahasiswa yang masih bingung dengan istilah desil dalam program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Padahal, desil merupakan faktor penting yang menentukan besar kecilnya bantuan biaya pendidikan yang diterima setiap mahasiswa.

Desil sendiri digunakan pemerintah sebagai indikator untuk mengukur kondisi ekonomi keluarga penerima. Dengan adanya sistem ini, mahasiswa dapat dikelompokkan berdasarkan tingkat kesejahteraan rumah tangganya secara lebih terstruktur.

Ket. Foto: — Sumber: ANTARA

Pembagian desil dilakukan mulai dari desil satu hingga desil sepuluh. Desil satu menunjukkan kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil sepuluh menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.

Mahasiswa yang masuk dalam kategori desil rendah umumnya berpeluang lebih besar mendapatkan bantuan penuh. Sebaliknya, mahasiswa yang berada pada desil lebih tinggi bisa saja menerima bantuan dengan jumlah berbeda sesuai kebijakan pemerintah.

Sistem ini dirancang agar distribusi bantuan pendidikan lebih tepat sasaran. Dengan begitu, mahasiswa dari keluarga tidak mampu tetap bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa terbebani biaya kuliah.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menjelaskan bahwa data desil biasanya diambil dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Selain itu, sumber resmi lain yang dikelola pemerintah juga bisa menjadi acuan dalam menentukan kategori desil.

Data tersebut sangat penting karena menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan siapa yang berhak menerima bantuan penuh atau sebagian. Hal ini sekaligus menjadi bentuk upaya transparansi agar bantuan tidak salah sasaran.

Selain menentukan besaran bantuan, desil juga berfungsi untuk memetakan kondisi penerima program KIP Kuliah di tingkat nasional. Dengan cara ini, pemerintah dapat melakukan evaluasi terhadap efektivitas kebijakan pendidikan yang sudah berjalan.

Bagi mahasiswa, mengetahui posisi desil sangat penting agar mereka memahami hak dan kewajiban dalam program. Tidak sedikit mahasiswa yang merasa bingung atau salah paham ketika pencairan dana tidak sesuai harapan karena kurang memahami mekanisme desil.

Pemerintah menegaskan bahwa penerapan sistem desil bukanlah bentuk diskriminasi. Sebaliknya, ini merupakan metode untuk memastikan bahwa bantuan yang terbatas bisa didistribusikan secara lebih adil dan merata sesuai dengan kebutuhan masing-masing penerima.

Kesalahpahaman sering muncul karena sebagian mahasiswa mengira desil hanya soal nominal bantuan. Padahal, desil juga menggambarkan peta kesejahteraan rumah tangga yang menjadi dasar kebijakan pendidikan nasional.

Dengan pemetaan tersebut, mahasiswa dari keluarga tidak mampu mendapat prioritas. Hal ini sejalan dengan tujuan awal KIP Kuliah, yaitu membuka akses pendidikan tinggi bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

Mahasiswa juga diimbau untuk aktif mengecek data kesejahteraan keluarganya. Jika terjadi ketidaksesuaian, mereka dapat mengajukan verifikasi ulang melalui mekanisme resmi yang sudah disediakan pemerintah.

Kemendikbudristek berharap mahasiswa tidak sekadar menerima bantuan, tetapi juga memahami sistem yang melatarbelakangi penentuannya. Dengan begitu, tidak ada lagi kesalahpahaman yang bisa menghambat proses pencairan dana.

Melalui pemahaman yang benar tentang desil, mahasiswa penerima KIP Kuliah bisa lebih tenang dalam mengikuti prosedur administrasi. Hal ini penting agar mereka bisa fokus pada studi tanpa terganggu urusan teknis bantuan pendidikan.

Dengan penjelasan ini, mahasiswa penerima KIP Kuliah diharapkan tidak lagi bingung soal istilah desil. Pemahaman yang tepat akan memudahkan mereka dalam menjalani proses bantuan pendidikan dan menghindari salah persepsi di kemudian hari.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.