Bangka Belitung Bidik Ekspor Udang ke Pangsa Pasar Arab Saudi

Minggu, 21 Sep 2025, 14:07 WIB

PANGKALPINANG - Pelaku usaha petambak udang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membidik ekspor udang ke pangsa pasar Arab Saudi, sehingga dapat mendorong pertumbuhan perekonomian di daerah itu.

“Alhamdulillah, saat ini unit pengolahan perikanan di Kepulauan Babel sudah mendapatkan platform number ekspor dari Arab Saudi," kataKepala Badan Mutu KKP Kepulauan BabelDedy Arief Henriyanto di Pangkalpinang, Minggu (21/9).

Ket. Foto: Produksi udang dari tambak di Provinsi Bangka Belitung. — Sumber: antara foto

Ia mengatakan dengan adanya platform number dari Arab Saudi ini, maka peluang pangsa ekspor produk perikanan khususnya udang di Kepulauan Bangka Belitung ke negara tersebut semakin terbuka luas.

“Kemungkinan besar Arab Saudi menerima produk udang Kepulauan Babel, sebagai alternatif negara tujuan ekspor selain Amerika Serikat,” katanya.

Ia menyatakan selama ini rata-rata tujuan ekspor udang Kepulauan Babel ke Amerika Serikat mencapai 15.000 hingga 20.000 ton per tahun. “Selama ini ekspor udang Kepulauan Babel dilakukan melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, karena belum tersedianya Pelabuhan khusus ekspor di daerah ini," katanya.

Menurut dia selama ini udang-udang yang diekspor ini belum ada penolakan dari negara tujuan ekspor, karena komoditas ini sudah terjamin mutu dan kualitasnya. “Kami sudah menginventarisir ke seluruh petambak, suplier udang ini dan tidak ada ditemukan kasus udang yang ditolak negara tujuan ekspor," katanya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani mengembangkan jejaring di ajang Temu Regional KAHMI se-Sumatera, guna mendukung pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut.

“Saya sangat senang menghadiri di Temu Regional KAHMI se-Sumatera, karena dapat membangun jejaring, bertukar informasi dan membahas isu-isu aktual tingkat nasional maupun regional,” kata Hidayat Arsani dalam keterangan pers diterima di Pangkalpinang, Minggu (21/9).

Ia mengatakan kegiatan Temu Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) se-Sumatera di Batam Provinsi Kepulauan Riau kali ini dihadiri Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Tito Karnavian.

Selanjutnya dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Wakil Menteri Agama Romo HR. Muhammad Syafri, para gubernur, wali kota, bupati se-Sumatera, serta unsur terkait lainnya.

"Salah satu agenda penting dalam pertemuan ini adalah menghasilkan piagam Batam, sebuah dokumen resolusi yang menjadi kontribusi strategis KAHMI Regional Sumatera terhadap pembangunan bangsa,” katanya.

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengucap syukur pertemuan se-Sumatera kali ini dapat dilaksanakan di daerahnya, karena dapat meningkatkan perekonomian di Batam.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Majelis Nasional KAHMI yang memilih Batam sebagai penyelenggara kegiatan karena sekaligus menegaskan posisi Batam sebagai kota Meeting, Incentive, Conference, Exhibition (MUCE)," katanya.

  • Arab Saudi
  • petambak udang
  • Provinsi Bangka Belitung

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.