19 Kg Ganja Diselundupkan ke Papua dari PNG, Perbatasan Hutan Rawan Kejahatan Lintas Batas

Minggu, 21 Sep 2025, 14:35 WIB

JAYAPURA - Kepolisian Daerah Papua menyita 19 kilogram ganja yang diselundupkan dari negara tetangga Papua Nugini sejak awal tahun.

Jenis narkoba ganja disita dari 15 warga negara Papua Nugini yang ditangkap di berbagai lokasi di seluruh provinsi Papua, menurut Komisaris Besar Alfian, Kepala Ditresnarkoba Polda Papua.

Ket. Foto: Pos perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini. — Sumber: Antara TV

“Para tersangka ini menyelundupkan ganja ke Indonesia melalui jalur perbatasan yang sempit dan jalur laut,” kata Alfian dalam jumpa pers di Jayapura, Sabtu (20/9).

Perbatasan Indonesia-Papua Nugini membentang lebih dari 700 kilometer, sebagian besar berupa hutan lebat, sehingga rawan kejahatan lintas batas, terutama perdagangan narkoba. Polisi mengatakan para pengedar narkoba sering menggunakan daerah terpencil untuk menghindari deteksi.

Misalnya, pada 8 Juli 2025, satuan tugas keamanan perbatasan mencegat sebuah paket berisi 128 bungkus ganja saat patroli rutin di dekat Desa Skofro di Kabupaten Keerom.

Narkoba tersebut dibawa oleh dua warga negara Papua Nugini, kata komandan Satgas Letkol Dedi Harnoto.

Kasus-kasus sebelumnya termasuk operasi pada tanggal 9 Mei 2024, tim reaksi cepat TNI AL menghentikan enam penyelundup yang mencoba menyelundupkan 13,43 kilogram ganja kering ke Papua melalui laut, dan penangkapan dua warga negara papua Nugini di Jayapura pada tanggal 21 Maret 2024 dengan 51 bungkus ganja yang disembunyikan dalam empat karung beras.

Alfian mengimbau masyarakat untuk membantu polisi dengan melaporkan tanda-tanda peredaran narkoba.

"Laporan masyarakat sangat penting untuk menghentikan peredaran ganja. Narkoba ini menimbulkan risiko serius, terutama bagi kaum muda," ujarnya. Petugas menghadapi tantangan karena banyaknya jalur penyelundupan tersembunyi.

Polda Papua bekerja sama dengan militer dan satuan tugas perbatasan memperketat penegakan hukum.

  • Penyelundupan Narkoba

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara, Lili Lestari

Berita Terbaru

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.