- Home
-
- Luar Negeri
-
- Festival Film ALIF, Upaya ...
Festival Film ALIF, Upaya Jadikan Indonesia Pusat Budaya bagi Dunia Islam
Sabtu, 20 Sep 2025, 11:00 WIBJAKARTA - Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Anis Matta mengatakan bahwa festival film "Arts Lumiere Indonesia Festival (ALIF)" dimaksudkan sebagai langkah awal dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat budaya bagi dunia Islam.
âIni adalah satu permulaan dari ide besar yang Insya Allah akan kami wujudkan di tahun-tahun yang akan datang, yaitu bagaimana menjadikan Indonesia sebagai pusat budaya dunia Islam,â kata Anis jelang pembukaan festival tersebut di Jakarta, Jumat malam.
Ia mengatakan bahwa upaya tersebut dimulai dari festival film karena produk kebudayaan tersebut mudah dinikmati kalangan luas serta menjadi wahana untuk membicarakan ide, pikiran, dan perasaan yang mewakili budaya dan masyarakat.
Wamenlu menyoroti besarnya animo negara-negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mengikuti festival film ALIF merupakan bukti bahwa langkah Indonesia tersebut mendapat dukungan.
âAntusiasme dari negara-negara Islam ini luar biasa besarnya, karena waktu pemberitahuannya pendek sekali ... kami kaget karena dalam waktu yang sangat singkat ada 62 film yang diserahkan ke Kemlu untuk diseleksi,â ucap Anis saat menceritakan respons negara-negara sahabat terhadap agenda ALIF.
Anis pun optimistis bahwa festival film ini dapat berlanjut di tahun-tahun mendatang dengan masa festival yang lebih lama serta jumlah film yang semakin banyak.
âIni juga menjadi awal dari upaya untuk mendekatkan budaya antara Indonesia dengan negara-negara Islam,â kata Wamenlu RI, menambahkan.
Arts Lumiere Indonesia Festival (ALIF) diselenggarakan untuk pertama kalinya di Jakarta pada 19-21 September 2025 sebagai bentuk dari tindak lanjut komitmen negara-negara anggota OKI untuk menjalin kerja sama yang lebih erat dalam mendukung upaya kolaborasi di bidang sinematografi.
Sebanyak 45 film feature dan film pendek dari 16 negara anggota OKI dengan berbagai genre seperti dokumenter, drama, drama sosial, dan fiksi, akan ditayangkan di Galeri Nasional, Universitas Negeri Jakarta, Gedung Kesenian Jakarta, dan XXI Djakarta Theater.
Namun demikian, Wamenlu menyampaikan bahwa film yang diikutsertakan dalam ALIF kali ini bukanlah film bernuansa Islami secara spesifik, tetapi lebih merupakan film-film yang diproduksi di negara-negara Islam.
Selain pemutaran film, akan diadakan pula diskusi film bersama para sineas dan akademisi. Festival ini gratis dan terbuka untuk umum, dengan jadwal tayang dan informasi film dapat diakses melalui laman alif.kemlu.go.id.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Korban Banjir Texas Bertambah Menjadi 82 Orang Tewas, 10 Remaja Perempuan Hilang
-
Produktivitas Beras Sehat di Lamongan Mencapai 10 Ton per Hektare
-
Langkah Berani Presiden Perempuan Pertama Meksiko Wujudkan Kesetaraan Gender
-
Satu-satunya Provinsi yang Gelar PSU, Wamendagri Minta Jajaran Pemprov Papua Turut Sukseskan Pemungutan Suara Ulang
-
Festival Film Internasional Beijing Dibuka di Tengah Guyuran Hujan
-
Semangat Kolaborasi Perfilman Dunia Menggema, Alternativa Film Festival 2026 Siap Digelar di Medellín
-
Hebat! Karya Dokumenter Mahasiswa UI Raih Sony Future Filmmaker Awards 2025
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.