Resmi! Dony Oskaria Jadi Plt Menteri BUMN, Siap Bawa Perubahan?
Jumat, 19 Sep 2025, 14:53 WIB
Jakarta â Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Dony Oskaria, Wakil Menteri BUMN saat ini, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Keputusan ini muncul setelah Erick Thohir resmi menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga menggantikan posisi sebelumnya. Pengangkatan Plt Menteri BUMN diumumkan melalui keterangan resmi dari Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, di Istana Jakarta, Jumat (19/9).
âAtas petunjuk Bapak Presidenâ¦, pelaksana tugas Menteri BUMN ditunjuk Wakil Menteri BUMN⦠atas nama Dony Oskaria,â ujar Prasetyo.
Ket. Foto: Dony Oskaria Resmi Ditunjuk Plt Menteri BUMN. — Sumber: Antara Foto
Siapa Dony Oskaria?
Dony Oskaria sudah lama malang melintang di lingkungan BUMN dan sektor korporasi Indonesia. Beberapa jabatan dan tugasnya antara lain:
Wakil Menteri BUMN sejak Oktober 2024 dalam Kabinet PrabowoâGibran.Â
Chief Operating Officer (COO) Danantara, lembaga pengelola investasi negara yang dibentuk untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing BUMN melalui konsolidasi dan holding.Â
Bertugas membina dan mengawasi setidaknya 23 perusahaan BUMN, termasuk bank-bank pelat merah besar, perusahaan energi, hingga sektor telekomunikasi dan infrastruktur.
Selain itu, profil akademis dan pengalaman bisnisnya dinilai kuat: lulusan Universitas Padjadjaran di bidang Hubungan Internasional, gelar MBA dari The Asian Institute of Management, dan pengalaman di sektor aviasi serta pariwisata melalui InJourney.
Kenapa Plt dan Apa Implikasinya?
Penunjukan ini terjadi karena Erick Thohir yang sebelumnya menjabat Menteri BUMN dipindah tugaskan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga. Dengan demikian, posisi Menteri BUMN tetap harus diisi walau bersifat sementara (Plt). Mensesneg Prasetyo mengonfirmasi bahwa Menteri BUMN definitif masih dalam proses pencarian sosok yang tepat.
Penunjukan Dony sebagai Plt Menteri BUMN diperkirakan akan membawa kesinambungan kebijakan, terutama di era reformasi BUMN lewat Danantara, proyek besar yang sudah menjadi fokus pemerintah. Dalam hal ini, Dony sudah punya pengalaman langsung sebagai COO Danantara, sehingga dipandang memahami seluk-beluk pengelolaan aset negara dan holding BUMN.
Tantangan dan Sorotan Publik
Meski demikian, pengangkatan Plt bukan tanpa kritik. Beberapa isu dan kekhawatiran yang muncul:
Rangkap jabatan: Dony sebelumnya menjalani jabatan Wamen BUMN dan COO Danantara. Ada pertanyaan tentang beban kerja dan potensi konflik tugas antara dua jabatan strategis tersebut.Â
Kecepatan implementasi Danantara: Sebagai pengelola investasi besar negara, Danantara memiliki target besar seperti inbreng banyak BUMN ke dalam tubuhnya, dan kejelasan kebijakan alih modal (equity) dari APBN ke Danantara. Publik memantau apakah struktur dan tata kelola investasi ini akan transparan dan efisien.Â
Stabilitas kebijakan dalam masa transisi. Penunjukan sementara harus bisa menjaga agar program-program BUMN yang sudah berjalan tak terganggu serta prioritas strategis pemerintah tetap konsisten.