MRT Jakarta Pecahkan Rekor! Terowongan Terdalam 28 Meter di Bawah Tanah Resmi Tersambung

Jumat, 19 Sep 2025, 14:30 WIB

JAKARTA - PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama kontraktor menuntaskan pembangunan terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia. Terowongan ini berada 28 meter di bawah tanah dengan panjang sekitar 390 meter, menghubungkan Stasiun Harmoni dan Stasiun Sawah Besar sebagai bagian dari paket CP202 fase 2A.

Dengan tersambungnya terowongan tersebut, jalur MRT Jakarta dari Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Sawah Besar kini telah terhubung. Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan infrastruktur transportasi perkotaan di Jakarta.

Ket. Foto: — Sumber: MRT Jakarta

“Terowongan ini merupakan terowongan kereta bawah tanah terdalam di Indonesia saat ini dengan kedalaman mencapai 28 meter di bawah permukaan tanah. Dibangun selama empat bulan, Mei—September 2025, menggunakan mesin bor terowongan (TBM) 1 yang diluncurkan oleh Gubernur DKI Jakarta pada 9 Mei 2025 lalu,” jelas Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda) Weni Maulina.

“Selanjutnya, mesin ini akan meneruskan pembangunan terowongan menuju Stasiun Mangga Besar sepanjang 790 meter dengan kedalaman sama, yakni sekitar 28 meter. Kami targetkan selesai pada Juni 2026 mendatang,” tambahnya.

Mesin bor terowongan berdiameter 6,79 meter dan panjang 12 meter ini mampu menembus berbagai jenis tanah dengan stabil. Mesin juga memasang segmen beton pracetak sekaligus membangun 6—9 meter terowongan per hari.

Paket kontrak CP202 meliputi pembangunan Stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, termasuk terowongan bawah tanah sepanjang 1,8 kilometer. Dengan kedalaman mencapai 28 meter, konstruksi ini menjadi stasiun dan terowongan MRT terdalam di Indonesia.

Desain stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar berbeda dari fase 1 maupun fase 2A lainnya. Perbedaan utama terletak pada tipe stasiun bertingkat, sementara fase sebelumnya menggunakan desain sejajar.

Stasiun bertingkat ini diperlukan karena berada di bawah Jalan Gajah Mada untuk Sawah Besar dan Jalan Hayam Wuruk untuk Mangga Besar. Struktur bertingkat memungkinkan pengaturan jalur ke selatan dan utara tetap efisien meski di area padat.

Di Stasiun Sawah Besar dan Mangga Besar akan ada empat lantai dengan fungsi berbeda. Lantai pertama sebagai concourse, lantai kedua jalur ke arah Lebak Bulus, lantai tiga untuk mechanical level, dan lantai empat jalur menuju Stasiun Kota.

Stasiun Harmoni memiliki dua lantai dengan panjang 252 meter dan lebar 16,4 meter. Kedalamannya mencapai 17 meter dengan tujuh akses masuk, empat di trotoar dan tiga terintegrasi dengan halte Transjakarta.

Stasiun Sawah Besar terdiri dari empat lantai dengan panjang 200 meter dan lebar 14,1 meter. Kedalaman stasiun ini 27 meter dengan lima akses masuk, salah satunya terhubung langsung ke halte busway Transjakarta.

Sementara itu, Stasiun Mangga Besar juga memiliki empat lantai dengan panjang 220 meter dan lebar 14,1 meter. Kedalaman mencapai 28 meter dengan lima akses masuk, termasuk satu yang terhubung langsung ke Transjakarta.

Keberhasilan pembangunan terowongan bawah tanah ini menunjukkan kapasitas Indonesia dalam menggarap infrastruktur transportasi modern. MRT Jakarta fase 2A menjadi bukti kemampuan anak bangsa menghadirkan proyek berstandar internasional.

Terhubungkannya Stasiun Harmoni hingga Sawah Besar sekaligus menandai era baru transportasi publik di ibu kota. Proyek ini diharapkan mempercepat mobilitas warga Jakarta dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.