Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jabar Jadi Provinsi Terdepan dalam Penyaluran Rumah Subsidi Nasional 2025

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jabar Jadi Provinsi Terdepan dalam Penyaluran Rumah Subsidi Nasional 2025 Doc: Antara
Ket. Situasi Peluncuran dan sosialisasi program penguatan ekosistem perumahan dan KUR Perumahan di Jabar, Gedung Sabuga Bandung, Kamis (18/9).

Bandung - Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menegaskan Jawa Barat menjadi provinsi dengan realisasi tertinggi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) secara nasional. Hingga 16 September 2025, tercatat 40.290 unit rumah subsidi tersalurkan atau setara 22,95 persen dari total nasional 175.549 unit.

Menurut Heru, capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan rumah di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.

“Jawa Barat tertinggi, ada 40.290 unit, hampir seperempat dari realisasi nasional. Potensi permintaan rumah subsidi di Jawa Barat sangat besar,” ujarnya saat Sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di Bandung, Kamis (18/9).

Secara nasional, realisasi FLPP baru mencapai 50,16 persen dari target 350 ribu unit pada tahun ini. Jawa Tengah menempati posisi kedua dengan 15.246 unit, disusul Sulawesi Selatan 14.157 unit, dan Banten 11.951 unit.

Di tingkat kabupaten, Kabupaten Bekasi memimpin dengan 9.083 unit, diikuti Kabupaten Bogor 6.744 unit, dan Kabupaten Karawang 4.566 unit. Ketiganya berada di kawasan penyangga Jakarta yang menjadi pusat pertumbuhan permukiman baru.

Heru menilai permintaan rumah subsidi di Jawa terutama terkonsentrasi di kawasan metropolitan, khususnya penyangga Jakarta. Namun, kemampuan bayar masyarakat masih menjadi kendala.

Meski penyaluran terus tumbuh, Heru mengungkapkan bahwa tingkat kelolosan pengajuan kredit (approval rate) masih menjadi kendala utama. Ia menyebut banyak calon debitur ditolak karena masalah skor kredit, termasuk utang kecil dari pinjaman online.

 “Ada yang ditolak karena pinjaman online Rp500 ribu. Nilainya kecil, tapi cukup membuat bank menolak. Ini tantangan soal bankability,” katanya.

Dari sisi penyalur, Bank BTN masih mendominasi dengan 88.310 unit, diikuti BTN Syariah 35.916 unit, dan BRI 17.033 unit.

Untuk asosiasi pengembang, Real Estate Indonesia (REI) mencatat 73.171 unit, sementara Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) 53.081 unit. Bank BJB juga menyalurkan sekitar 5.000 unit hingga pertengahan September.

BP Tapera mencatat tren pembiayaan FLPP fluktuatif dalam tiga tahun terakhir. Tahun 2022 mencapai Rp25,15 triliun, naik menjadi Rp26,32 triliun pada 2023, lalu turun ke Rp24,57 triliun di 2024.

Hingga 16 September 2025, nilai pembiayaan sudah mencapai Rp22,02 triliun, naik 43,06 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Heru optimistis target 350 ribu unit dapat tercapai di akhir tahun. Pemerintah, kata dia, telah memperluas kerja sama dengan bank swasta seperti BCA, Artha Graha, dan Nobu, serta mendorong percepatan pembangunan oleh asosiasi pengembang.

Ia menambahkan, skema kredit yang ditawarkan meliputi DP 1 persen, bunga flat 5 persen, dan tenor hingga 20 tahun, dengan prioritas untuk MBR dan kepemilikan rumah pertama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Megapolitan
Kebakaran Melanda Kebayoran...
Ekonomi
 Petani Gunakan Plastik Mul...

Erdogan Minta Hak Veto DK PBB Dihapus Total

50 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Erdogan Minta Hak Veto DK P...
Luar Negeri
Kenapa Indonesia Berharap C...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.