Depok Jajaki Kerja Sama Pertanian Kontrak

Jumat, 19 Sep 2025, 03:11 WIB

DEPOK – Mengingat keterbatasan lahan, maka Kota Depok menjajaki kerja sama pertanian dengan daerah luar untuk memperkuat pangan. Kerja sama pertanian bersifat kontrak dengan petani dari luar Depok yang banyak menghasilkan pangan.

“Tujuannya untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan bagi warga Kota Depok seperti beras, cabai, dan bawang,” kata Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah di Depok, ­Kamis.

Ket. Foto: Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah. — Sumber: Pemerintah Kota Depok

Menurutnya, dengan keterbatasan lahan di Kota Depok ini menjadi tantangan yang nyata. Pemkot harus melibatkan daerah lain seperti Karawang, Indramayu, atau Sukabumi untuk mengimplementasikan konsep pertanian kontrak supaya Depok bisa memiliki cadangan pangan yang terjamin.

Menurut Chandra, konsep pertanian kontrak dapat menguntungkan kedua belah pihak. Pembeli (pemerintah) dan petani menyepakati persyaratan produksi dan pemasaran termasuk harga dan kualitas produk.

Konsep ini juga membuka peluang baru bagi petani untuk meningkatkan produksi serta kesejahteraannya.
Lanjutnya, ketahanan pangan yang akan dibangun bukan hanya soal ketersediaan. Tetapi menyangkut aksesibilitas, keterjangkauan harga, dan kualitas pangan yang sehat.

“Karena variabel tertinggi dari komoditi adalah logistik atau biaya transportasi yang membuatharga jual ke masyarakat jadi mahal. Tapi, kalau kita punya contract farming ketersediaan terjamin dan jalur logistiknya jelas,” ujarnya.

Selama ini sudah banyak upaya untuk menjaga ketersediaan pasokan pangan dan menekan angka inflasi.

Ini mulai dari pekarangan pangan lestari, gerakan menanam cabai, urban farming, dan lain sebagainya. Namun, gerakan-gerakan itu dirasa belum cukup bisa menyelesaikan kebutuhan pangan skala kota.

“Semua ini butuh kerja sama strategis antar daerah untuk memastikan pasokan pangan berkelanjutan dan harga stabil,” paparnya.

Dia berharap Depok tidak boleh bergantung sepenuhnya pada pasokan pangan daerah lain. Depok harus mampu membangun sistem pangan perkotaan yang mandiri, adaptif, dan berkelanjutan, agar masyarakat terlindungi dari gejolak harga komoditas. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.