- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump Kembali ke Panggung ...
Trump Kembali ke Panggung PBB, Dunia Tegang Menanti Drama di Sidang Umum
Kamis, 18 Sep 2025, 19:30 WIBJAKARTA â Para pemimpin dunia bersiap berkumpul di New York minggu depan dalam Sidang Majelis Umum PBB yang dipenuhi isu besar, mulai dari kembalinya Presiden AS Donald Trump ke panggung internasional, perang di Gaza dan Ukraina, pengakuan Barat atas Palestina, hingga ketegangan nuklir dengan Iran. Hampir 150 kepala negara dan pemerintahan bersama puluhan menteri dipastikan hadir dalam forum bergengsi yang menjadi sorotan global.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menggambarkan situasi dunia saat ini penuh ketidakpastian. âKita berada di perairan yang penuh gejolak â bahkan belum dipetakan,â ujarnya seminggu sebelum pertemuan berlangsung.
Ia menegaskan bahwa kesenjangan geopolitik semakin melebar dan konflik kian tak terkendali. âKesenjangan geopolitik semakin lebar. Konflik berkecamuk. Impunitas meningkat. Planet kita semakin panas. Dan kerja sama internasional semakin tegang di bawah tekanan yang belum pernah kita alami sebelumnya,â katanya.
Sidang Majelis Umum ke-80 akan menjadi panggung penting bagi Trump yang kembali menjabat sebagai Presiden AS. Trump sebelumnya dikenal lantang menyerukan pemangkasan dana untuk PBB, menghentikan keterlibatan dengan Dewan HAM PBB, serta keluar dari UNESCO dan kesepakatan iklim Paris.
Trump dijadwalkan berpidato pada hari Selasa, delapan bulan setelah dilantik untuk periode keduanya. Kebijakannya yang memangkas drastis bantuan luar negeri AS telah menimbulkan kekacauan kemanusiaan global, sehingga masa depan PBB kembali dipertanyakan.
Richard Gowan, Direktur International Crisis Group PBB, menyebut Trump kerap menikmati sorotan Sidang Umum. âDia menikmati Sidang Umum. Dia menikmati perhatian para pemimpin lainnya,â ujarnya, seraya memperkirakan Trump akan memanfaatkan momen ini untuk menyombongkan capaian dan bahkan kembali mengincar Hadiah Nobel Perdamaian.
Trump tetap menilai PBB memiliki potensi besar, namun harus lebih berani. Ia menegaskan badan dunia tersebut gagal membantunya dalam berbagai upaya mediasi konflik dan menginginkan perubahan sikap yang lebih tegas.
Sementara itu, Guterres menyoroti keterbatasan kewenangan PBB dalam menengahi konflik global. âPBB memiliki upaya yang sangat kuat dalam mediasi perdamaian tetapi kami tidak punya wortel dan tongkat,â katanya.
Ia menambahkan, Dewan Keamanan PBB kerap menemui jalan buntu dalam konflik Gaza dan Ukraina akibat hak veto yang dimiliki AS dan Rusia. Menurut Guterres, AS justru punya peran penting untuk dikombinasikan dengan upaya PBB agar proses perdamaian lebih efektif.
âAmerika Serikat punya wortel dan tongkat. Jadi, dalam beberapa situasi, jika kita bisa menggabungkan keduanya, saya rasa kita bisa memiliki cara yang sangat efektif untuk memastikan bahwa setidaknya proses perdamaian dapat membuahkan hasil yang sukses,â jelasnya.
Trump dan Guterres dijadwalkan bertemu secara resmi untuk pertama kalinya sejak Trump kembali menjabat Januari lalu. Pertemuan tersebut akan menjadi bagian dari lebih dari 150 agenda bilateral yang sudah dijadwalkan PBB, yang disebut Guterres sebagai âPiala Dunia diplomasi.â
- Donald Trump
- geopolitik
- Majelis Umum PBB
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Trump akan Tampil di Paspor Edisi Terbatas Ulang Tahun AS ke-250
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump Ancam Naikkan Tarif Jika Inggris Tak Hapus Pajak Layanan Digital
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.