Kemendag Dorong Ekspor UMKM ke Jerman: Gebrakan Nyata atau Sekadar Diplomasi Dagang?

Kamis, 18 Sep 2025, 17:25 WIB

JAKARTA – Peningkatan ekspor UMKM Indonesia penting untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasar domestik yang relatif terbatas.

Dengan masuk ke rantai pasok global, UMKM tidak hanya meningkatkan daya saing dan kualitas produknya, tetapi juga berkontribusi pada surplus neraca perdagangan serta diversifikasi sumber devisa negara.

Ket. Foto: Wamendag Dyah Roro Esti dan State Secretary of the Federal Ministry for Economic Cooperation and Development Niels Annen membahas peningkatan ekspor UMKM di Berlin, Jerman, Senin (16/9/2025). — Sumber: ANTARA/HO-Kemendag

Lebih jauh, ekspor UMKM memperkuat kemandirian ekonomi nasional dengan memperluas basis pelaku usaha yang berorientasi global, sehingga ketahanan ekonomi Indonesia lebih terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti menekankan peningkatan ekspor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia ke Jerman dalam pertemuan bilateral dengan State Secretary of the Federal Ministry for Economic Cooperation and Development (Bundesministerium für wirtschaftliche Zusammenarbeit und Entwicklung/BMZ) Niels Annen di Berlin, Jerman.

Roro mengatakan, Indonesia berkomitmen mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan ekspor ke wilayah Eropa, salah satunya dengan mempercepat penyelesaian perundingan perjanjian ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia-EU CEPA).

"Kemendag saat ini sedang fokus mendorong UMKM agar bisa ekspor. Untuk itu, Kemendag memiliki program UMKM BISA Ekspor dan diharapkan dapat diintegrasikan dengan program yang dimiliki Pemerintah Jerman, salah satunya melalui forum Komite Ekonomi dan Investasi Bersama Jerman-Indonesia (JEIC)," ujar Roro dalam keterangan di Jakarta, Kamis (18/9).

Salah satu komoditas yang didorong ekspornya yaitu kopi, mengingat tingginya minat terhadap kopi di kawasan Eropa dan banyak pelaku UMKM di industri tersebut.

"Diharapkan ekspor kopi Indonesia ke Jerman dapat ditingkatkan," imbuh Roro.

Pada pertemuan tersebut, Roro juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo Subianto pada kunjungan ke Brussel pada 13 Juli 2025 untuk menyepakati percepatan penandatanganan I-EU CEPA.

Hal ini mengingat di tengah situasi geopolitik global yang fluktuatif saat ini, perjanjian dagang dengan negara mitra diharapkan mampu meningkatkan nilai perdagangan kedua belah pihak, serta mengurangi ketergantungan terhadap suatu negara tertentu.

Adapun dari pihak State Secretary Annen menyampaikan beberapa fokus program pemerintah Jerman, antara lain terkait kebijakan EU deforestation regulation (EUDR) yang cukup berpengaruh pada beberapa komoditas Indonesia.

Annen menyampaikan BMZ terbuka untuk berbagai kolaborasi dengan Pemerintah Indonesia untuk memudahkan komoditas terdampak EUDR agar dapat memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan.

Pihak Jerman menyatakan akan aktif melakukan sosialisasi teknis implementasi EUDR melalui Import Promotion Desk (IPD).

Selain itu, Pemerintah Jerman juga memiliki program German Desk yang akan diluncurkan di Jakarta dalam waktu dekat. Program ini berfungsi menghubungkan pelaku usaha Indonesia dengan Jerman, serta memberikan fasilitasi untuk mempermudah proses business to business.

Selanjutnya, BMZ juga menyampaikan terkait perdagangan berkelanjutan. BMZ telah bekerja sama dengan Bappenas pada Forum on Sustainable Palm Oil serta berbagai riset mengenai perdagangan berkelanjutan. Pemerintah Jerman juga terbuka untuk memiliki forum bilateral mengenai agenda deforestasi.

Pada 2024, total perdagangan Indonesia dan Jerman tercatat sebesar 6,2 miliar dolar AS, dengan nilai ekspor sebanyak 2,4 miliar dolar AS atau menurun 5,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara, impornya tercatat senilai 3,8 miliar dolar AS atau menurun 20,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jerman menempati peringkat ke-19 tujuan ekspor terbesar Indonesia dan menjadi sumber impor ke-12 bagi Indonesia.

Adapun produk ekspor utama Indonesia ke Jerman yaitu mesin percetakan (296,8 juta dolar AS), tembaga (162 juta dolar AS), alas kaki berbahan kulit (101,9 juta dolar AS), kopi (88,2 juta dolar AS), dan alas kaki berbahan tekstil (72,3 juta dolar AS).

Sedangkan, produk impor utama Indonesia dari Jerman yaitu produk otomotif (301,5 juta dolar AS), obat-obatan (129,3 juta dolar AS), sirkuit elektronik terpadu (121,8 juta dolar AS), mesin (97,2 juta dolar AS), dan produk kimia (83,9 juta dolar AS). Jerman juga merupakan sumber investasi asing (FDI) terbesar ke-15 bagi Indonesia, dengan 343,3 juta dolar AS yang tersebar di 3.235 proyek.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.