Afghanistan Putus Layanan Fiber Optik untuk Cegah Perilaku Asusila

Kamis, 18 Sep 2025, 22:05 WIB

KABUL - Kantor berita TOLOnews pada Rabu (17/9) menyebutkan bahwa pemerintah Afghanistan menghentikan layanan internet fiber optik di sejumlah provinsi untuk mencegah perilaku asusila.

Langkah tersebut, yang kali pertama diterapkan di Provinsi Balkh pada Selasa (16/9), saat ini diperluas ke Kunduz, Baghlan, Takhar, dan Badakhshan di Afghanistan utara, dengan penghentian lainnya dilaporkan di Laghman, Afghanistan timur, serta provinsi Kandahar dan Helmand di Afghanistan selatan.

Ket. Foto: Langkah yang diperintahkan oleh Pemimpin Tertinggi Taliban, Hibatullah Akhundzada, telah secara efektif memutus akses internet berkecepatan tinggi di beberapa wilayah selama dua hari, menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan akses dan memicu kekhawatiran di kalangan penduduk setempat. — Sumber: AFP

Pejabat lokal Kunduz dan Balkh mengonfirmasi penghentian tersebut setelah adanya dekret dari pemimpin tertinggi pemerintah Afghanistan, Mullah Haibatullah Akhundzada menyatakan bahwa layanan internet berbasis kabel di provinsi-provinsi tersebut telah dihentikan sepenuhnya untuk mencegah perilaku asusila.

Afghan Telecom, perusahaan milik negara yang menyediakan lebih dari 60 persen layanan internet fiber optik di negara itu, terkena dampak langsung.

Sebelumnya, Otoritas Afghanistan telah memutus akses internet bagi pengguna pribadi maupun lembaga pemerintah di Provinsi Balkh, wilayah utara negara itu, atas perintah Pemimpin Tertinggi Haibatullah Akhundzada untuk mencegah “tindakan tidak bermoral.”

Situs Tolo News pada Selasa (16/9) menuturkan bahwa provinsi Balkh berpenduduk sekitar 1,5 juta jiwa dengan sekitar setengahnya tinggal di pusat administratifnya, Mazar-i-Sharif, yang merupakan salah satu dari lima kota terbesar di Afganistan. Balkh sebagian besar dihuni oleh kelompok etnis minoritas seperti Uzbek dan Tajik yang umumnya tidak berbahasa Pashto.

Menurut laporan tersebut, Gubernur Balkh Mohammad Yousuf Wafa telah menginstruksikan penyedia layanan internet untuk menghentikan operasional mereka, sesuai instruksi dari pemimpin tertinggi. Larangan tersebut muncul sekitar satu pekan setelah akses internet sebelumnya diputus di kantor-kantor pemerintahan seperti kantor bea cukai dan imigrasi. Ada juga kemungkinan larangan internet ini akan meluas ke provinsi-provinsi lain.

Sementara itu, menurut otoritas Balkh, enam menteri dari pemerintahan pusat akan melakukan perjalanan ke Kandahar pada Selasa (16/9) untuk menilai dampak penutupan perusahaan Afghan Telecom dan pemutusan akses internet di kawasan tersebut.

Administrasi daerah itu juga dilaporkan tengah mencari alternatif dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan internet masyarakat. Kecepatan internet juga dilaporkan sudah menurun di Provinsi Herat, wilayah barat Afganistan yang mayoritas penduduknya berasal dari etnis Tajik. Ant/Sputnik/RIA Novisti-OANA

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.