Lestari Moerdijat: Masyarakat Perlu Tingkatkan Kemampuan Adaptasi di Tengah Cepatnya Perubahan Teknologi
Selasa, 16 Sep 2025, 18:35 WIBBANYUMAS - Kemampuan beradaptasi wajib dimiliki agar masyarakat Indonesia dapat terus bertumbuh dalam menyikapi cepatnya perubahan teknologi. Untuk itu, pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan hasil riset merupakan bagian dari mencerdaskan dan mendorong kemajuan bangsa.
âPelatihan pembuatan atau pengolahan gula semut yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) ini merupakan upaya adaptasi melalui pelatihan,â kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat memberi sambutan secara daring pada acara Peningkatan Kapasitas Pengguna Riset dan Inovasi untuk Masyarakat Tahun 2025 dengan tema Pelatihan Pengolahan/Pembuatan Gula Semut di Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (16/9).
Hadir pada acara tersebut Jerry Wungkana (Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan DirektoratPemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN), Nartam Andrea Nusa (Anggota DPRD Banyumas Fraksi Partai NasDem), dan petani gula semut di Banyumas dan sekitarnya.
Menurut Lestari yang juga anggota Komisi X DPR RI itu, Konstitusi UUD 1945 mengamanatkan bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tujuan bernegara.
Langkah BRIN menghadirkan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan hasil riset itu, jelas Rerie, merupakan bagian dari langkah mencerdaskan dan mendorong kemajuan bangsa.
Pelatihan pembuatan/pengolahan gula semut yang diselenggarakan BRIN, menurut Rerie, dapat dilihat sebagai pembelajaran transformatif yang berorientasi pada perubahan melalui pelatihan.
Pelatihan tersebut, ujar Rerie, dapat dimaknai sebagai upaya beradaptasi dalam menyikapi perkembangan dunia saat ini.
Apalagi, tambah Rerie yang juga legislator dari Dapil II Jawa Tengah itu, Banyumas memiliki potensi melimpahnya komoditas kelapa,produsen gula semut, dan BUMDes Kabul Ciptaku di Desa Langgongsari yang sudah menembus pasar internasional dengan mengekspor gula kelapa organik ke sejumlah negara Eropa.
Kondisi tersebut, jelas Rerie, harus mampu dihadapi dengan berbagai upaya adaptasi untuk menjawab tantangan dinamika pasar dan tuntutan konsumen yang ada.
Rerie berharap, bekal pengetahuan dan pelatihan yang diterima oleh para peserta dapat dioptimalkan sehingga mampu memberdayakan masyarakat menuju kesejahteraan bersama.
SDM Kompetitif
Dalam kesempatan berbeda, Rerie juga menegaskan pendidikan berkualitas merupakan kebutuhan yang mendesak untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) nasional yang kompetitif di kancah global.
âMewujudkan pendidikan yang berkualitas bagi setiap anak bangsa merupakan kebutuhan yang mendesak untuk direalisasikan sebagai bagian proses pembangunan SDM nasional,â kata Lestari.
Bank Dunia dalam laporannya pada tahun 2020 yang berjudul âThe Promise of Education in Indonesiaâ memperingatkan bahwa learning poverty (kemiskinan pembelajaran) yang tinggi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi dan produktivitas nasional.
Sebaliknya, investasi dalam pendidikan bermutu memiliki return on investment (ROI) yang sangat tinggi.
Menurut Lestari, catatan tersebut harus mendapatkan perhatian serius dan dipahami semua pihak bahwa keberhasilan pencapaian pembangunan di sektor pendidikan dapat mempengaruhi produktivitas nasional.
Rerie, sapaan akrab Lestari, mengatakan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2022 menunjukkan Angka Partisipasi Murni (APM) untuk jenjang SMA/Sederajat masih berada di angka 79,77 persen.
Artinya, masih banyak anak Indonesia yang tidak dapat mengakses pendidikan menengah.
Sementara itu Program for International Student Assessment (PISA) 2022 yang dirilis Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menempatkan Indonesia pada peringkat bawah dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains.
Skor Indonesia untuk membaca (359), matematika (366), dan sains (383) masih di bawah rata-rata negara OECD.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat, dengan mendesaknya kehadiran pendidikan yang berkualitas dan kondisi kemampuan pelajar Indonesia yang relatif rendah, dibutuhkan upaya yang lebih lagi untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi setiap anak bangsa.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Strategi Rahasia TNI Jaga Kedamaian di Jantung Tolikara, Tokoh Pemuda Sampai Takjub
-
Pemkab Bandung Pastikan Tidak Ada PHK PPPK Imbas Pembatasan Belanja Pegawai
-
32 RT di Jakarta Terendam Banjir Akibat Luapan Ciliwung dan Pesanggrahan
-
Popi Ayer: Tanpa Perlindungan, Nelayan Kecil Papua Terancam Kapal Besar
-
Harga Cabai Rawit Merah Rp119.400/Kg, Daging Ayam Rp52.150/Kg
-
Belanja Kemenkes di NTT Capai Rp45,87 Miliar Triwulan I, Dukung Layanan Kesehatan dan Pendidikan
-
TNI Perkuat Kemanunggalan dengan Rakyat Melalui Pembangunan Jembatan Garuda dan Program Gentengisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.