Pemkab Gunung Mas Perkuat Peran Puskesmas untuk Cegah Stunting
Senin, 15 Sep 2025, 21:40 WIBPalangka Raya -- Pemerintah Kabupaten Gunung Mas (Pemkab Gumas), Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperkuat peran pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dalam mencegah dan menangani stunting di daerah setempat.
"Puskesmas memiliki peran vital dalam menekan angka stunting di wilayahnya. Peran tersebut mencakup deteksi dini, pendataan anak berisiko, pencegahan, hingga penanganan serta program intervensi gizi dan edukasi kepada masyarakat," kata Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong di Kuala Kurun, Senin.
Berdasarkan data, fasilitas kesehatan di Kabupaten Gunung Mas pada 2021, tercatat 13 kecamatan di daerah setempat ada 17 puskesmas, 51 puskesmas pembantu (pustu) dan 35 pos kesehatan desa (poskesdes).
"Semua itu adalah garda terdepan pelayanan kesehatan. Mereka bukan hanya memberikan layanan medis, tetapi juga melakukan deteksi dini terhadap ibu hamil dan balita, agar potensi stunting bisa dicegah sejak awal,â katanya.
Ia menerangkan deteksi dini dilakukan melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin di posyandu maupun saat kunjungan rumah.
Hasil pemantauan ini kemudian dicatat sebagai basis data untuk menentukan langkah penanganan maupun intervensi yang diperlukan.
Selain itu, puskesmas juga menjalankan program pencegahan dengan memberikan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil, dan keluarga balita terkait pentingnya asupan gizi seimbang, pola asuh yang baik, serta perilaku hidup bersih dan sehat.
âUpaya ini sangat penting agar risiko stunting bisa ditekan sejak dini,â kata Jaya Monong.
Untuk penanganan, puskesmas menyalurkan makanan tambahan bergizi, vitamin, imunisasi, serta layanan kesehatan ibu dan anak. Jika diperlukan, puskesmas juga melakukan rujukan ke rumah sakit agar anak mendapat perawatan lebih intensif.
âPeran puskesmas sangat menentukan dalam mewujudkan generasi Gunung Mas yang sehat dan cerdas. Karena itu saya minta seluruh jajaran terus memperkuat sinergi dengan pemerintah desa, kader posyandu, dan masyarakat,â kata dia.
Ia optimistis melalui kerja sama serta dukungan program intervensi gizi dan edukasi berkelanjutan, angka stunting di Gunung Mas dapat ditekan sehingga cita-cita mencetak sumber daya manusia yang unggul bisa terwujud.
Pernyataan itu diungkapkan dia saat dikonfirmasi terkait peran puskesmas yang ikut menyukseskan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 di kabupaten setempat.
Jaya juga mengapresiasi jajaran pegawai di puskesmas yang terus memberi pelayanan kepada masyarakat serta menyukseskan program pemerintah dalam layanan kesehatan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
FIFA Digugat Soal Harga Tiket Piala Dunia 2026, Final Tembus Rp2 Miliar
-
Pertamina Patra Niaga Kalimantan Pastikan Distribusi BBM Makin Kondusif
-
Lebaran Tanpa Biaya! Bank Mandiri Lepas 215 Bus untuk 10.000 Pemudik Gratis 2026
-
AS Klaim Mampu Buka Selat Hormuz Sendiri Tanpa Bantuan Negara Lain
-
Sri Lanka Batasi Pembelian BBM: Mobil Maksimal 15 Liter dan Motor 5 Liter per Minggu
-
Tingkat prevalensi stunting di Sulawesi Tenggara
-
Kemendag: Pemerintah Perkuat Penetrasi Produk Pangan Unggulan di Tiongkok
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.