Optimisme Global Menular, IHSG Menguat Ikut Irama Pemangkasan The Fed
Senin, 15 Sep 2025, 17:59 WIBJAKARTA â Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring meningkatnya optimisme pasar terhadap prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed.
Harapan akan kebijakan moneter yang lebih longgar mendorong aliran modal ke pasar emerging market, termasuk Indonesia, sehingga memperkuat sentimen investor.
Penguatan ini mencerminkan sensitivitas pasar saham domestik terhadap arah kebijakan global, sekaligus menunjukkan bahwa ekspektasi pelonggaran moneter masih menjadi katalis utama pergerakan indeks di tengah ketidakpastian ekonomi.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/9) sore, ditutup menguat 83,06 poin atau 1,06 persen ke posisi 7.937,12 seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh The Fed pada pekan ini.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 4,06 poin atau 0,50 persen ke posisi 808,80.
"IHSG ditutup menguat, di tengah ekspektasi akan penurunan suku bunga The Fed dan harapan membaiknya ekonomi domestik ," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, The Fed menyelenggarakan The Federal Open Market Committee (FMOC) pada 16-17 September 2025 pekan ini, dengan peluang pemangkasan suku bunga sebesar 25 bps.
Dari kawasan Asia, pelaku pasar menantikan hasil negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan China, serta beberapa indikator data ekonomi China.
Data industrial production China Agustus 2025 tumbuh 5,2 persen year on year (yoy), atau turun dari sebelumnya 5,7 persen (yoy) pada Juli 2025, serta merupakan pertumbuhan paling lambat sejak Agustus 2024, yang disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan di aktivitas manufaktur.
Penjualan ritel China Agustus 2025 juga melambat menjadi 3,4 persen (yoy), dari sebelumnya 3,7 persen (yoy) pada Juli 2025, serta merupakan pertumbuhan paling kecil sejak November 2024.
Dari kawasan Eropa, pelaku pasar mencermati data tingkat pengangguran di Inggris periode Juli 2025, yang diperkirakan stabil di level 4,7 persen.
Dari kawasan Eropa, Jerman akan merilis data ZEW Economic Sentiment Index September 2025 yang diperkirakan turun di level 25 dari 34,7 pada Agustus 2025, yang juga mengalami penurunan akibat kekecewaan terhadap trade-deal Uni Eropa-AS.
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham.
Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh atau semua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen non primer yang naik sebesar 2,33 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor energi yang naik sebesar 2,31 persen dan 2,06 persen.
Sedangkan, satu sektor melemah yaitu sektor kesehatan yang turun sebesar 0,16 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu REAL, SURI, BULL, INDX dan DWGL. Sedangkan saha-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni VOKS, AMIN, INDR, AMMS dan MPXL.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.147.110 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 37,17 miliar lembar saham senilai Rp17,06 triliun. Sebanyak 470 saham naik 209 saham menurun, dan 126 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 395,62 poin atau 0,89 persen ke 44,768,12, indeks Shanghai melemah 10,09 poin atau 0,26 persen ke 3.860,50, indeks Hang Seng menguat 58,40 poin atau 0,22 persen ke posisi 26.446,56, dan indeks Straits Times melemah 5,82 poin atau 0,13 persen ke 4.338,42.
Berita Terkait:
-
Kemenkum: Penggunaan Lagu Tema Ajang Olahraga Wajib Patuhi Hak Cipta
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
Kemenhub dan KAI Tertibkan Perlintasan Sebidang untuk Jaga Keselamatan
-
IHSG Sepanjang 2026 Ambles 30 Persen Lebih, Gejolak Global Guncang Kepercayaan Investor
-
PLN UID Jakarta Raya Sosialisasikan Keterbukaan Informasi Publik kepada Pegawai
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.