Pelindo Bangun Sumur Bor untuk Tingkatkan Produktivitas Masyarakat
Minggu, 14 Sep 2025, 10:20 WIBJAKARTA â PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo membangun umur bor dan pipanisasi sepanjang 2.500 meter di Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan meningkatkan produktivitas.
âAir adalah sumber kehidupan. Dengan tersedianya akses air bersih, masyarakat tidak hanya dapat memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, tetapi juga meningkatkan produktivitas, kesehatan dan pendidikan,â ujar Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo Ali Sodikin dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (14/9).
Program bertajuk Pelindo Peduli Kekeringan ini menambah jumlah penerima manfaat menjadi 164 kepala keluarga (KK), termasuk 68 KK baru yang sebelumnya mengalami kesulitan air bersih.
Fasilitas yang dibangun meliputi satu sumur bor baru sedalam 75 meter, satu sumur penampung di Desa Tampojung, serta jaringan distribusi hingga ke rumah warga.
Pelaksanaan program ini adalah kelanjutan dari program yang diinisiasi oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) bagian dari kepedulian perusahaan atas isu kekeringan di wilayah tersebut.
Program ini sebelumnya adalah salah satu program yang memenangkan Pelindo TJSL Community Development Awards Tahun 2024 oleh TPS.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menunjukkan, 83 dari 178 desa di wilayah itu berpotensi mengalami kekeringan setiap tahun.
Kondisi ini mendorong Pelindo memperluas cakupan program yang sebelumnya sudah telah membantu 96 KK di Dusun Sumberwaru.
Ali menegaskan program ini merupakan bagian dari fokus TJSL perusahaan pada tiga bidang utama, yakni pendidikan, pemberdayaan masyarakat lokal, dan kelestarian lingkungan.
Akses air bersih diharapkan tidak hanya mengurangi beban ekonomi rumah tangga, tetapi juga mendukung usaha tani, serta memperbaiki gizi keluarga.
Departemen Head TJSL Pelindo, Febrianto Zenny, menambahkan aspek keberlanjutan menjadi prioritas utama.
âMelalui program ini, Pelindo membentuk kelompok pengelola di tingkat desa dengan panduan tata kelola yang jelas. Harapannya, masyarakat bisa menjaga dan mengembangkan fasilitas ini secara mandiri, sehingga manfaatnya terus berlanjut,â katanya.
Febrianto melanjutkan bagi warga dengan penghasilan rata-rata Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan, program ini menjadi penopang penting.
Ia berharap dengan program tersebut, air bersih tidak lagi menjadi barang langka, melainkan sumber kehidupan yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan ekonomi masyarakat Pamekasan.
- PT Pelabuhan Indonesia (Persero)
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Satlap Tri Cakti dan Satgas Gabungan Gagalkan Penyelundupan Bijih Timah Ilegal Senilai Rp1,8 Miliar.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.