Sekolah Rakyat untuk Memperluas Akses Pendidikan agar Semakin Rata

Jumat, 12 Sep 2025, 10:15 WIB

JAKARTA – Meski belum jelas benar keberhasilannya, namun pemerintah terus membangun Sekolah Rakyat. Bahkan diharapkan akan terbangun 500 sekolah rakyat dalam waktu dekat. Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengemukakan Presiden Prabowo Subianto berencana membangun 500 Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat ekonomi terendah di berbagai daerah.

"Jadi, ini perluasan akses pendidikan untuk anak-anak," kata dia usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Margaguna, Jakarta, Kamis. Saifullah memastikan pihaknya siap menyukseskan target sasaran tersebut, yang dalam waktu dekat arahan Presiden terkait Sekolah Rakyat ini akan dibahas tim di Kementerian Sosial bersama Tim Formatur Sekolah Rakyat dan dikoordinasikan dengan kementerian/lembaga tenis terkait lainnya.

Ket. Foto: pelajaran sekolah — Sumber: ist

"Itu tadi, kan ada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian PU, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Agama, Sekretariat Negara, hingga Sekretariat Kabinet, juga ada BKN yang terlibat dalam pendampingan penyelenggaraan Sekolah Rakyat," ujarnya. Presiden Prabowo mengatakan bahwa pemerintah sedang merencanakan 500 Sekolah Rakyat lagi yang dibangun di wilayah kantong-kantong masyarakat tertinggal dan berpenghasilan rendah.

Kementerian Sosial memastikan kepada Presiden Prabowo Subianto sebanyak 65 titik Sekolah Rakyat tambahan untuk tahap pertama dapat beroperasi sesuai target pada akhir September 2025. Pernyataan itu diungkapkan Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf seusai mendampingi Presiden dalam kunjungan ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 di Margaguna, Jakarta, Kamis.

Menurut Saifullah, 65 titik tersebut merupakan bagian dari 165 Sekolah Rakyat tahap pertama yang dipersiapkan pemerintah di sejumlah daerah. Adapun tiga di antaranya berada di Kabupaten Lebak (Banten), Kabupaten Ponorogo (Jawa Timur), dan Kota Pasuruan (Jawa Barat).

"Iya, sudah, untuk rekrutmen guru sama kepala sekolahnya yang tambahan itu tanggal 20 September ini sudah selesai,” jelas mensos. Lalu, murid-muridnya sekarang sudah 80 persen atau masih tinggal 20 persen lagi. Jadi  sesuai target, tahun ini semua 165 sekolah beroperasi.

Program Sekolah Rakyat sebagai upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan dengan memberi akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah (desil 1-2) pada data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Saifullah mengaku optimistis bila semua berjalan dengan baik, Kementerian Sosial sebagai pelaksana teknis memastikan bakal ada sekitar 15.895 siswa dari keluarga dengan tingkat kesejahteraan terendah itu yang mendapatkan akses pendidikan.

Adapun kegiatan belajar-mengajar para siswa tersebut akan didukung oleh 2.407 guru dan 4.442 tenaga pendidik untuk Sekolah Rakyat dengan jenjang SD, SMP dan SMA/sederajat. Kementerian Sosial memastikan para siswa beserta keluarganya juga mendapatkan manfaat program prioritas pemerintah, seperti Cek Kesehatan Gratis (CKG), Makan Bergizi Gratis (MBG), jaminan kesehatan, Koperasi Desa Merah Putih, dan program 3 juta rumah.

  • Sekolah Rakyat

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.