Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKP Sulsel Target Kumpulkan 1 Juta Botol Plastik, Petani Rumput Laut Dapat Pelampung Baru

📅 Jumat, 12 Sep 2025, 01:45 WIB | Oleh:
DKP Sulsel Target Kumpulkan 1 Juta Botol Plastik, Petani Rumput Laut Dapat Pelampung Baru Doc: ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Ket. Kepala DKP Sulsel Muhammad Ilyas.

MAKASSAR - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Selatan menggalakkan budi daya ramah lingkungan untuk menjaga laut sekaligus meningkatkan kualitas hasil perikanan. Petani rumput laut kini diminta menukar botol plastik dengan pelampung khusus agar produksi lebih berkelanjutan dan bernilai ekspor.

Kepala DKP Sulsel Muhammad Ilyas di Makassar, Kamis (11/9), menjelaskan sejumlah upaya dalam meningkatkan budi daya ramah lingkungan di Sulsel, salah satunya menyiapkan bantuan bibit dan pelampung bagi petani rumput laut, agar tidak lagi menggunakan botol plastik saat budi daya kelautan dan perikanan.

"Kita mencoba sadarkan petani untuk mengurangi plastik di laut dan diganti dengan pelampung berbahan HDP, sehingga botol-botolnya bisa dikumpulkan untuk diganti pelampung," ujarnya.

Apalagi, kata dia, program ini juga mengedepankan kampanye budi daya ramah lingkungan, sebab budi daya rumput laut menggunakan botol dinilai tidak ramah lingkungan dan masa ketahanan botol yang cepat rusak.

Maka dari itu, kata dia, para petani diminta menukar 500 botol plastik bekas yang selama ini digunakan sebagai pelampung dengan 250 pelampung khusus rumput laut yang lebih tahan lama dan bisa didaur ulang.

“Target kami terkumpul satu juta botol plastik. Botol itu kemudian dijual ke pengepul, hasilnya tetap diberikan ke petani sebagai tambahan, sementara mereka sudah mendapat pelampung baru dari pemerintah,” kata dia.

Ia menjelaskan langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga jenama Sulsel dalam menghasilkan produk dari proses ramah lingkungan.

Pada 2024, produksi rumput laut (basah) di Sulsel mencapai empat juta ton dengan harapan terjadi peningkatan pada 2025 melalui pemberian bantuan bibit 2.000 paket rumput laut kepada petani se-Sulsel.

Pihaknya juga mendorong penggunaan bioplog pada tambak ikan nila agar tidak merusak unsur hara tanah sebagai bagian pelestarian lingkungan.

Sebab, ujar dia, peluang ekspor nila dinilai mulai terlihat

"Sambil kita ekspor nila. Jadi sambil kita cari pasar, komoditas ekspor. Itulah yang kita harus petakan di mana ekspor nila memungkinkan," kata dia.

Selain itu, pada budi daya udang telah hadir transfer teknologi yang diinisiasi oleh Jepang dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sebagai konsep pendekatan ramah lingkungan.

"Sebenarnya dari hasil budi daya ini, permintaan lebih banyak pada produk yang dihasilkan dari proses organik. Apalagi masih banyak menggunakan udang vaname yang tahan dari perubahan lingkungan," ujar dia.

Program ini menjadi prioritas Gubernur Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya laut yang ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.