Derby Manchester Sudah Tak Menarik?
Jumat, 12 Sep 2025, 07:21 WIBMANCHESTER â Beberapa tahun lalu Derby Manchester boleh dibilang sangat ditunggu-tunggu para pendukung kedua tim, dan penggemar sepak bola dunia. Tapi apakah sekarang derby tersebut masih menarik? Sebab kedua tim terus terseok-seok di berbagai kompetisi. Keduanya bakal ketemu untuk derby edisi pertama musim 2025-2026 yang akan digelar di Etihad Stadium, Manchester, Minggu (14/9) malam waktu setempat.
Pertemuan klasik antara Manchester City dan Manchester United ini menjadi sorotan utama pekan keempat Liga Inggris. Ini juga menjadi panggung untuk mengukur kekuatan dua klub raksasa sekota yang sama-sama masih mencari bentuk permainan terbaik.
Manchester City justru memulai musim dengan terseok-seok. Dari tiga laga yang sudah dijalani, pasukan Pep Guardiola hanya mengoleksi satu kemenangan, yakni di pekan perdana ketika mengalahkan Wolverhampton Wanderers 4-0. Setelah itu, performa âThe Citizen menurun drastis. City tumbang di kandang sendiri oleh Tottenham Hotspur 0-2, lalu kembali kalah 1-2 saat melawat ke Brighton sebelum jeda internasional.
Hasil itu membuat City tercecer di peringkat ke-13 klasemen dengan tiga poin, di bawah Manchester United yang berada di urutan ke-9. Situasi Guardiola makin rumit dengan badai cedera. John Stones harus mundur dari timnas Inggris karena cedera otot, bek baru Abdukodir Khusanov absen dua pecan. Sedangkan Josko Gvardiol baru berlatih terpisah dan belum tentu bisa dimainkan. Mateo Kovacic tak kunjung pulih dari cedera achilles sejak Mei lalu.
Di lini depan, Rayan Cherki dipastikan menepi dua bulan karena masalah paha, Phil Foden masih meragukan kebugarannya, sedangkan Omar Marmoush absen setelah cedera lutut bersama timnas Mesir. âIni periode yang sulit, tapi derby memberi motivasi tambahan. Kami harus membuktikan diri, mengembalikan rasa percaya diri, dan menunjukkan mengapa kami juara. Tidak ada ruang untuk alasan,â ujar Guardiola.
Manchester United datang dengan modal lebih segar meski belum tampil konsisten. Usai kalah dari Arsenal di laga pembuka, Setan Merah berhasil bangkit lewat kemenangan atas Burnley sebelum jeda internasional. Pelatih Ruben Amorim sudah menjadi sorotan sejak pekan pertama, namun posisi MU yang sementara berada di atas City memberi ruang optimistis.
Meski demikian, Amorim juga dihantui masalah cedera. Penyerang Matheus Cunha mengalami masalah hamstring dan diragukan tampil, Mason Mount ditarik keluar saat melawan Burnley karena faktor kehati-hatian. Sedangkan bek kanan Diogo Dalot juga bermasalah dengan otot.
Absennya beberapa pemain pilar bisa membuat Amorim mengutak-atik formasi. Bruno Fernandes berpeluang dimainkan lebih maju bersama Bryan Mbeumo, sedangkan Kobbie Mainoo menanti debut starter di liga. Striker muda Benjamin Sesko pun bisa jadi pilihan untuk menguji kerentanan pertahanan City.
Posisi kiper juga jadi bahan perdebatan. Andre Onana sudah meninggalkan klub menuju Trabzonspor, Altay Bayindir tampil penuh kesalahan, sementara rekrutan baru asal Belgia, Senne Lammens, berpotensi diberi kesempatan debut.
âDerby adalah soal keberanian. Kami tahu kualitas City, tapi tidak datang hanya untuk bertahan. Kami harus berani menyerang, mengambil risiko, dan mencoba menciptakan masalah bagi mereka,â ujar Amorim. Derby Manchester kali ini lebih dini dari biasanya, namun bisa menjadi penentu arah musim kedua tim. City tentu ingin menghapus keraguan publik atas start buruk mereka, sementara United berusaha menunjukkan bahwa era baru di bawah Amorim punya pondasi kuat.
Pertandingan di Etihad akan menjadi ujian mental, fisik, sekaligus strategi. Guardiola dituntut menemukan solusi dari krisis pemainnya, sementara Amorim mesti berani mengambil keputusan besar, terutama di sektor kiper dan lini serang.
Laga Lain
Selain Derby Manchester, pekan keempat Liga Inggris juga menghadirkan laga menarik lain. Chelsea melanjutkan jadwal padat derby London dengan bertandang ke markas Brentford, Sabtu (13/9). The Blues belum terkalahkan dalam tiga laga dan kini berada di posisi kedua klasemen, sementara Brentford tercecer di urutan ke-15 usai kalah 1-2 dari Sunderland.
Liverpool juga mengusung misi mempertahankan rekor sempurna ketika melawat ke Turf Moor markas Burnley, Minggu (14/9). The Reds menjadi satu-satunya tim dengan catatan 100 persen kemenangan setelah menaklukkan Arsenal 1-0 di pekan lalu. Modal sejarah juga mendukung, sebab Liverpool selalu menang dalam lima pertemuan terakhir kontra Burnley. ben/G-1
- liga inggris 2025
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
PMI Manufaktur Sentuh Fase Ekspansif, Menperin: Industri Butuh Iklim Kondusif
-
Malam Panas Anfield! Slot Siap Pimpin Liverpool Hancurkan Mental Baja Bournemouth
-
Diskominfotik DKI Jakarta akan Usut Kasus Perusakan CCTV di Pejompongan
-
Baja Lapis RI Tembus Pasar AS, Menperin: Bukti Ketangguhan Industri Nasional
-
Junta Tak Gelar Pemilu di Sejumlah Wilayah
-
Lihat Sepak Terjang Bournemouth, Tim Biasa-biasa Saja yang Mampu Guncang Kemapanan Liga Inggris
-
PDGI Depok Berpartisipasi dalam Pelayanan Posyandu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.