Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menhut Raja Juli Nilai Perhutanan Sosial Jadi Motor Penggerak Ekonomi Hijau

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 10:20 WIB | Oleh:
Menhut Raja Juli Nilai Perhutanan Sosial Jadi Motor Penggerak Ekonomi Hijau Doc: Kemenhut
Ket. Menhut Raja Juli Antoni (Tengah) saat kunjungan kerja di Kelompok Perhutanan Sosial Kelompok Tani Cinta Mangrove di Desa Perupuk, Lima Puluh Pesisir, Batu Bara, Sumut, Rabu (10/9/2025).

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menilai, pemanfaatan hutan sosial dengan tepat dapat menjadi salah satu motor penggerak utama dari ekonomi hijau.

“Ini komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergi dengan masyarakat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan mitra pembangunan. Dengan kebersamaan, kita bisa menjadikan perhutanan sosial sebagai motor penggerak ekonomi hijau yang berkelanjutan,” kata Menhut dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis (11/9).

Lebih lanjut, Raja Antoni mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga ekosistem, menciptakan keseimbangan lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Ini menegaskan pentingnya peran stakeholder (pemangku kepentingan), mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, mitra pembangunan, dunia usaha, hingga masyarakat dalam mewujudkan keberhasilan perhutanan sosial,” ujar Menhut.

Menhut pun mengatakan, Kelompok Perhutanan Sosial Kelompok Tani Cinta Mangrove di Desa Perupuk, Kecamatan Lima Puluh Pesisir, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, merupakan salah satu contoh pemanfaatan perhutanan sosial.

Kelompok Tani Cinta Mangrove merupakan Kelompok Perhutanan Sosial dengan Skema Hutan Kemasyarakatan yang sudah memiliki persetujuan pengelolaan perhutanan sosial sesuai SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK. 5467/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/8/2018 Tanggal 28 Agustus 2018.

Kelompok tani ini pun dikenal aktif dalam kegiatan penanaman, perlindungan, dan pemanfaatan mangrove secara lestari.

“Potensi dasar pada usaha yang dilakukan adalah wisata alam berbasis hutan mangrove. Terdapat di dalamnya jungle track, wisata kuliner, Paviliun Japan, panahan, tempat pemancingan dan budidaya kepiting bakau,” kata Menhut.

Kegiatan wisata yang sudah di kelola kurang lebih empat tahun ini cukup menarik para pengunjung dengan berbagai fasilitas hingga spot foto di kawasan hutan mangrove yang dikelola.

Kelompok Tani Cinta Mangrove pun memiliki KUPS Jasa Lingkungan Wisata Kampung Kito, yang berhasil memberikan pendapatan kurang lebih Rp2 miliar per tahunnya.

Tak hanya itu, kawasan mangrove khususnya pada areal kelola Kelompok Tani Cinta Mangrove Desa Perupuk juga menjadi lokasi persinggahan burung migran yang datang setiap tahunnya.

Keberadaan banyak spesies langka dan terancam punah menjadikan pesisir Pantai Timur Kabupaten Batu Bara sebagai kawasan yang sangat penting untuk konservasi burung dan dapat dikembangkan menjadi ekowisata berbasis minat khusus seperti pengamatan burung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.