Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI dan PBoC Uji Coba Pembayaran Lintas Negara QRIS, Target Meluncur Penuh Akhir 2025

📅 Kamis, 11 Sep 2025, 18:15 WIB | Oleh:
BI dan PBoC Uji Coba Pembayaran Lintas Negara QRIS, Target Meluncur Penuh Akhir 2025 Doc: BI

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) dan Bank Rakyat Tiongkok (People’s Bank of China/PBoC) secara resmi meluncurkan uji coba terbatas sistem pembayaran lintas batas berbasis QRIS di Beijing pada Kamis (18/9). Program percontohan ini menjadi langkah awal sebelum layanan penuh pembayaran lintas batas diimplementasikan secara menyeluruh pada akhir tahun 2025.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan bentuk nyata dari komitmen kedua bank sentral dalam memperkuat kerja sama ekonomi bilateral. Ia menilai langkah ini penting untuk mendorong terciptanya ekosistem keuangan yang semakin terkoneksi, aman, dan inklusif bagi masyarakat kedua negara.

“Inisiatif ini tidak hanya menunjukkan kemajuan teknologi, tetapi juga mendorong akses keuangan yang lebih luas, keterjangkauan, dan inklusivitas,” ujar Perry dalam pernyataannya.

Dalam pelaksanaan uji coba ini, BI bekerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) serta UnionPay International dari Tiongkok. Selain itu, BI juga kembali menegaskan komitmennya kepada PBoC untuk memperluas penggunaan transaksi mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT), yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, menekan biaya konversi, sekaligus memperkuat stabilitas sistem keuangan.

Sementara itu, Gubernur PBoC, Pan Gongsheng, menilai bahwa Indonesia dan Tiongkok sebagai dua negara dengan perekonomian berkembang terbesar di Asia memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi tantangan global. Ia menekankan bahwa penguatan kerja sama keuangan sangat krusial untuk memperkokoh hubungan dagang dan investasi yang selama ini sudah terbangun di atas fondasi yang kuat.

Transaksi LCT antara Indonesia dan Tiongkok terus mengalami peningkatan signifikan. Pada periode Januari hingga Juli 2025, nilai transaksi mencapai 6,23 miliar dolar AS, melonjak tajam dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 2,17 miliar dolar AS. Pencapaian ini juga bertepatan dengan momentum 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok.

Selain dengan Tiongkok, kerangka kerja LCT Indonesia telah diperluas ke berbagai mitra strategis lain. Pada Januari hingga Juli 2025, tercatat transaksi senilai 2,03 miliar dolar AS dengan Malaysia, 644 juta dolar AS dengan Thailand, 5,08 miliar dolar AS dengan Jepang, 85 juta dolar AS dengan Korea Selatan, serta 2 juta dolar AS dengan Uni Emirat Arab (UEA). Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa Indonesia terus memperluas jangkauan kerja sama keuangan internasionalnya.

Melalui uji coba konektivitas pembayaran lintas batas berbasis QRIS ini, BI berharap masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari sistem keuangan digital yang efisien dan terintegrasi. Penerapan penuh pada akhir 2025 diharapkan akan mendorong aktivitas perdagangan, investasi, hingga pariwisata antara Indonesia dan Tiongkok dengan lebih praktis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.