- Home
-
- Luar Negeri
-
- Mahasiswa Indonesia Mening...
Mahasiswa Indonesia Meninggal Saat Dampingi Pejabat di Austria, Ini Tanggapan Kemlu RI
Selasa, 09 Sep 2025, 10:43 WIBJAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengkonfirmasi bahwa seorang mahasiswa Indonesia, Muhammad Athaya Helmi Nasution, meninggal dunia di Wina, Austria, saat mendampingi pejabat RI yang berkunjung ke sana akhir bulan lalu.
Menurut Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha, menjawab pertanyaan wartawan pada Selasa (9/9), Athaya adalah mahasiswa di Universitas Hanze di Groningen, Belanda, dan ia wafat saat mendampingi kunjungan delegasi pejabat RI di Austria dalam rangka pertemuan dengan otoritas setempat.
Ia menegaskan bahwa usai KBRI Wina mengetahui kabar soal meninggalnya Athaya pada 27 Agustus 2025, pihak KBRI segera berkomunikasi dengan pihak terkait dan memberikan bantuan untuk mengurus jenazah mahasiswa RI itu hingga pemulangannya.
âKBRI Wina telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat, dan diperoleh informasi bahwa berdasarkan hasil otopsi, almarhum meninggal karena dugaan kejang atau suspected seizure,â kata Judha.
KBRI Wina, setelah berkoordinasi dengan pihak keluarga, memberikan bantuan kekonsuleran berupa pengurusan dokumen dan koordinasi dengan otoritas setempat. Proses pemulasaran jenazah juga dilakukan atas bantuan komunitas Islam Indonesia di Wina, ucap Direktur PWNI Kemlu itu.
âSesuai permintaan keluarga, jenazah almarhum telah dipulangkan ke tanah air pada 4 September 2025,â tutur Judha, menambahkan.
Atas wafatnya Athaya di Austria, Kemlu RI menyampaikan duka cita yang mendalam, kata dia.
Judha pun memastikan bahwa penugasan panitia yang berasal dari kalangan mahasiswa untuk pendampingan kunjungan tersebut âkeseluruhannya dikelola langsung oleh pihak EO (penyelenggara acara) dari Indonesiaâ.
Kasus meninggalnya Athaya saat mendampingi kunjungan pejabat RI di Wina mendapat respons luas dari kalangan publik, termasuk dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Belanda yang lekas menerbitkan pernyataan sikapnya pada 8 September.
Dalam pernyataan yang mereka unggah di media sosial, PPI Belanda menyebut bahwa Athaya, yang merupakan anggota mereka, kemungkinan besar wafat akibat "sengatan panas yang berkaitan dengan kurangnya cairan dan asupan nutrisi serta kelelahan" usai beraktivitas sebagai pemandu seharian.âââââââ
PPI Belanda menyayangkan bahwa pihak EO sama sekali tidak menemui keluarga almarhum yang tiba di Wina dan justru melanjutkan acara mereka seperti biasa, bahkan hingga keluarganya merasa ada âindikasi menutup-nutupiâ terhadap kegiatan yang diikuti Athaya.
Mereka pun menyatakan penolakan terhadap pemanfaatan mahasiswa dalam kegiatan semacam itu tanpa adanya jaminan dan mekanisme yang jelas serta mendesak adanya pertanggungjawaban dari pihak terkait atas wafatnya Athaya.
- Mahasiswa Indonesia
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara, Lili Lestari
Berita Terkait:
-
Nasib Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Diputuskan Hari Ini
-
TNI Masuk Kampung di Puncak Jaya, Warga Malah Sambut dengan Haru, Ada Apa?
-
Lewat PPSDMPU, BPSDMP Perkuat Reputasi Indonesia di Dunia Penerbangan Melalui ICAO Trainair Plus Re-Assessment 2025
-
Menag Nasaruddin Umar Salat Tarawih di Masjid Negara IKN, Ajak Umat "Naik Kelas" Selama Ramadan
-
Danantara Akan Terbitkan Surat Utang Global
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.