Aktivitas Cuaca Tutupi Gerhana Bulan Total di Aceh
Senin, 08 Sep 2025, 04:00 WIBBanda Aceh - Gerhana bulan total hanya terlihat beberapa saat dan kurang sempurna dari Aceh akibat cuaca mendung dan gerimis, meski sudah menggunakan teleskop, fenomena alam tersebut juga tidak tampak jelas.
"Karena cuaca mendung di Banda Aceh, maka proses terjadi gerhana itu kurang terang. Tadi ada tampak beberapa saat," kata Kepala Kanwil Kemenag Aceh, Azhari, di Banda Aceh, Senin (8/9) dini hari.
Pernyataan itu disampaikan Azhari di sela-sela pemantauan gerhana bulan oleh Tim Falakiyah Observatorium Tgk Chiek Kuta Karang, di kantor Kanwil Kemenag Aceh, Banda Aceh.
Sebelum pemantauan gerhana bulan ini, pada pengunjung di kantor Kemenag Aceh terlebih dahulu melaksanakan shalat sunnah khusuf (shalat gerhana bulan).
Meski kurang terlihat diawal, kata dia, Tim Falakiyah Kanwil Kemenag Aceh tetap melakukan pengamatan hingga akhir puncak gerhana hingga pukul pukul 01.52 WIB
"Tapi tim kita tetap menunggu sampai selesai. Mungkin beberapa saat ke depan bisa cerah, dan gerhana nya bisa tampak," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Azhari juga menekankan, gerhana bulan ini jangan dikaitkan dengan kematian, musibah atau hal-hal buruk lainnya, karena ini hanya fenomena alam untuk menegaskan keagungan dan kebesaran Allah SWT.
Karena itu, diharapkan kepada masyarakat khususnya Muslim untuk selalu taat kepada Allah SWT, dan terus memperbaiki diri.
"Fenomena alam ini salah satu tanda kekuasaan Allah SWT. Ini adalah semacam peringatan untuk kita selalu mempersiapkan diri kita dalam hidup ini," kata Azhari.
Seperti diketahui, gerhana bulan total terlihat di langit Aceh pada minggu malam 7 sampai 8 September 2025. Dan menjadi yang terlama sejak 2022.
Di mana, diawali dengan gerhana bulan penumbra pada pukul 22.28 WIB. Kemudian, terjadi gerhana bulan sebagian pada pukul 23.27 WIB.
Lalu, ketika gerhana bulan mulai terjadi, bulan purnama yang sebelumnya berwarna putih terang sedikit berwarna kemerahan di bagian atas kiri bulan, dimulai sekitar pukul 23.27 WIB.
Selanjutnya, pada pukul 00.30 WIB, bulan akan sepenuhnya berwarna merah, dan ini yang disebut sebagai gerhana bulan total. Berlangsung selama 1 jam 22 menit hingga berakhir pada pukul 01.52 WIB.
Gerhana bulan total merupakan peristiwa alam yang terjadi saat bulan melewati bayangan inti (umbra) bumi secara penuh atau bumi dalam posisi di tengah antara posisi matahari dan bulan.
Selama fenomena ini berlangsung, bulan tampak meredup bahkan berubah warna menjadi merah tembaga, sehingga disebut blood moon.
- Gerhana Bulan Total
Redaktur: Andreas Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BMKG Memantau Gerhana Bulan Total di Stasiun Geofisika Talumelito Gorontalo
-
Barca Terluka, Madrid Goyah: Duo Raksasa Spanyol Butuh Kebangkitan di La Liga
-
Gerhana Bulan Total Hiasi Langit pada 3 Maret 2026, Bisa Dilihat di Seluruh Indonesia
-
Optimisme Penurunan Suku Bunga Fed Dorong Rupiah Menguat
-
Imbau untuk Masyarakat Solok agar Lebih Waspada Menghadapi Cuaca Ekstrem
-
TNI AL Kirim Empat KRI Bantu Evakuasi Korban Banjir Sumut dan Sumbar
-
Tiongkok Kembangbiakkan Ikan Langka Sturgeon Generasi ke-3 Secara Buatan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.