Polisi Dirikan Posko untuk Korban Majelis Ambruk di Bogor
Minggu, 07 Sep 2025, 20:35 WIBKABUPATEN BOGOR -Â Tragedi menimpa jamaah Majelis Taklim Asohibiyah di Ciomas, Bogor, Minggu (7/9). Bangunan roboh saat peringatan Maulid Nabi, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan lebih dari 80 lainnya luka-luka. Polisi mendirikan posko kesehatan dan mengerahkan tim trauma healing untuk mendampingi para korban.
Polres Bogor mendirikan posko kesehatan untuk menangani korban luka akibat ambruknya bangunan Majelis Taklim Asohibiyah di Desa Sukamakmur, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan sebanyak 70 personel telah dikerahkan, terbagi dalam tim evakuasi di lokasi kejadian dan tim kesehatan.
"Kami sudah menerjunkan 70 personel terbagi dari personel yang melakukan evakuasi dan penanganan di TKP. Kami juga mengirimkan tim kesehatan," ujarnya di lokasi kejadian.
Menurut dia, posko kesehatan itu berfungsi untuk memantau kondisi korban yang tidak dirujuk ke rumah sakit maupun klinik terdekat.
"Warga yang menjadi korban yang tidak dirujuk ke klinik dan rumah sakit kita tangani di sini. Beberapa ada ibu hamil, lansia dan anak-anak," katanya menambahkan.
Selain tim kesehatan, Polres Bogor juga menurunkan sejumlah Polisi Wanita (Polwan) untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para korban dan warga.
"Tim trauma healing terdiri dari beberapa Polwan tadi door to door melakukan trauma healing ke rumah warga," ungkapnya.
Ia menegaskan, fokus utama kepolisian saat ini adalah penanganan korban sekaligus pengamanan lokasi musibah.
"Sekarang fokus kita adalah mengamankan TKP terlebih dahulu. Nanti pendalaman akan dilakukan lebih lanjut, fokus hari ini adalah evakuasi dan pendalaman terhadap seluruh korban yang terdampak," pungkas Wikha.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menyatakan jumlah korban akibat robohnya bangunan Majelis Taklim Asohibiyah, mencapai lebih dari 80 orang.
Ia menjelaskan, kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri sekitar 150 jamaah ibu-ibu menyebabkan lokasi menjadi penuh sesak. Sebagian berada di dalam, sebagian di luar, dan sebagian lainnya di teras bangunan.
âTeras bangunan berdiri di pinggiran tebing, dan karena kelebihan kapasitas, akhirnya tidak mampu menahan beban. Akibatnya terjadi bencana, dan korban mencapai lebih dari 80 orang,â kata Rudy.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat tiga orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka berat, sedang, maupun ringan.
- bogor
- maulid nabi
- posko kesehatan
- bangungan majelis ambruk
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Menteri Agama Janji Renovasi Majelis Taklim Bogor yang Ambruk Tewaskan 3 Orang
-
Cara Pemkot Depok Cegah Korupsi dan Gratifikasi Hari Raya
-
Arteta Isyaratkan Perekrutan Tambahan, Arsenal Fokus Perkuat Kedalaman Tim
-
Antisipasi Lonjakan Pengguna Kendaraan Listrik, PLN Siagakan 12 SPKLU Mobile Selama Mudik Lebaran
-
Mengaku dari leasing, rampas motor warga di Tangerang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.