Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Semarang Perkuat Layanan TBC, Pasang Target Eliminasi Lebih Cepat dari Nasional

📅 Jumat, 05 Sep 2025, 13:12 WIB | Oleh:
Pemkot Semarang Perkuat Layanan TBC, Pasang Target Eliminasi Lebih Cepat dari Nasional Doc: koran jakarta/dok
Ket. Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti melihat langsung pelaknsaan Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kota Semarang, Kamis (4/9).

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, secara resmi meluncurkan Studi Pra-Pilot Layanan Satu Atap (One Stop Service/OSS) Tuberkulosis di Puskesmas Bangetayu, Kecamatan Genuk, Kamis (4/9).

Program ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia, dengan target bebas TBC pada tahun 2030. Kota Semarang sendiri mentargetkan capaian yang lebih cepat, yakni eliminasi TBC di tahun 2028.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti dalam kunjungannya di acara tersebut menyampaikan bahwa TBC masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yang menempati urutan kedua tertinggi di dunia setelah India dan Tiongkok.

“Di Kota Semarang sendiri, jumlah kasus TBC hingga pekan ini tercatat sebanyak 3.698 kasus. Melalui studi pra-pilot ini, kami bertekad memperkuat layanan kesehatan primer agar warga dapat terdeteksi lebih dini, mendapatkan pengobatan lebih cepat, dan memutus rantai penularan,” ujar Agustina.

Di Semarang, layanan ini hadir di tiga Puskesmas, yaitu Puskesmas Bangetayu, Ngaliyan, dan Gunungpati, dengan target 10.000 peserta Cek Kesehatan Gratis Plus (CKG Plus).

Melalui program ini, warga akan mendapatkan layanan inovatif, yang pertama Tes Cepat Molekuler menggunakan usap dahak atau usap lidah, dengan hasil pemeriksaan hanya dalam hitungan menit, dan yang kedua rontgen pintar berbasis kecerdasan buatan (AI), yang mampu membaca foto toraks secara otomatis untuk mendeteksi kelainan paru.

Semua layanan tersedia di satu Puskesmas tanpa rujukan, sehingga pasien langsung mendapatkan pelayanan komprehensif dan gratis.

“Inilah yang kami sebut layanan kesehatan modern, cepat, mudah, dan gratis. Cukup sekali datang ke Puskesmas, masyarakat bisa mendapatkan pemeriksaan lengkap tanpa harus berpindah tempat, ini baru 3 Puskesmas yang terpilih tadi yakni Puskesmas Bangetayu, Puskesmas Ngaliyan, dan Puskesmas Gunung Pati. Mudah-mudahan akan menyusul Puskesmas lainnya,” lanjut Agustina.

Salah satu Kader dari Kelurahan Bangetayu Wetan sangat antusias menyambut program Pemko Semrang ini.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya program dari Pemkot Semarang. Harapan kami kegiatan seperti ini terus berlanjut, karena manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar perempuan yang enggan disebut namanya.

Sementara itu, warga lainnya Joko (50) menambahkan, pihaknya mengaku senang atas kebijakan tersebut karena langsung turun ke masyarakat layanan satu atap tuberkulosis.

“Kami senang karena pemerintah tidak hanya hadir memberi kebijakan, tapi juga benar-benar turun ke masyarakat. Semoga kegiatan ini semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan warga,” kata Joko.

Kota Semarang menaruh perhatian serius pada penguatan fasilitas kesehatan primer. Selain menghadirkan layanan OSS TBC, Pemkot Semarang juga sedang memfinalisasi pembangunan layanan rawat inap di Puskesmas Bangetayu.

Hal ini bertujuan untuk memastikan warga mendapatkan akses layanan kesehatan dasar yang semakin lengkap dan dekat dengan tempat tinggal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Polisi India Tangkap Para P...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.