Kereta Gantung di Lisbon Jatuh, 15 Orang Tewas, 18 Luka-luka

Kamis, 04 Sep 2025, 09:30 WIB

LISBON - Sebuah kereta kabel terkenal di Lisbon tergelincir pada Rabu (3/9) dan jatuh, menabrak sebuah gedung, menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai 18 orang di salah satu tempat wisata paling populer di ibu kota Portugal.

"Tragedi yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota kami," ujar Wali Kota Lisbon Carlos Moedas tentang kecelakaan yang melibatkan kereta kabel kuning Gloria, salah satu simbol ibu kota yang paling terkenal.

Ket. Foto: Polisi dan petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi kecelakaan kereta kabel di Lisbon, Rabu, 3 September. — Sumber: AFP

Semua korban telah ditemukan dari reruntuhan, termasuk orang asing, kata Tiago Augusto, seorang pejabat di layanan darurat Inem

Tim penyelamat mengonfirmasi jumlah korban tewas sebanyak 15 orang dan luka-luka 18 orang. Rincian identitas mereka belum tersedia.

Pihak berwenang menyatakan hari Kamis sebagai hari berkabung nasional.

Kecelakaan itu terjadi pada pukul 18.15 waktu setempat (17.15 GMT) di jalur kereta api curam dekat Liberty Avenue.

Gambar-gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan momen-momen setelah tragedi itu terjadi, dengan kereta gantung muncul dari kepulan asap dan puing-puing, hancur total di dinding.

Kereta kabel lain berhenti beberapa meter jauhnya di rel, sementara para wisatawan dan penonton menyaksikan dengan tegang.

Saluran televisi SIC mengutip seorang saksi yang mengatakan kereta kabel yang dapat menampung sekitar 40 orang tersebut menabrak sebuah gedung saat melaju di jalan curam "dengan kecepatan penuh".

"Pesawat itu menghantam sebuah gedung dengan kekuatan yang brutal dan runtuh seperti kotak kardus; tidak ada remnya," kata wanita itu.

Operator transportasi umum Lisbon mengatakan telah mematuhi "semua protokol pemeliharaan".

"Semuanya dipatuhi dengan sangat ketat," ujar Pedro Bogas, pimpinan Lisbon Carris, di lokasi kecelakaan, seraya menambahkan bahwa pemeliharaan kereta gantung tersebut telah dilakukan oleh kontraktor luar selama 14 tahun terakhir. 

Pemeliharaan umum dilakukan setiap empat tahun dan terakhir dilakukan pada tahun 2022, kata Carris. Pemeliharaan menengah dilakukan setiap dua tahun dan selesai pada tahun 2024.

Jaksa Lisbon sedang membuka penyelidikan terhadap keadaan kecelakaan tersebut.

Sejumlah besar petugas pemadam kebakaran, polisi dan personel darurat lainnya tetap berada di lokasi kejadian hingga malam hari, mengepung kereta yang rusak parah dan tetap miring, seperti yang disaksikan wartawan AFP.

Sedih dan Kecewa

Kepala Uni Eropa Ursula von der Leyen menulis di X bahwa "saya sangat sedih mengetahui kecelakaan kereta api tersebut... Belasungkawa saya kepada keluarga korban".

Tragedi ini "telah membawa duka bagi... keluarga dan kekecewaan bagi negara," kata pernyataan dari kantor Perdana Menteri Luis Montenegro.

Tiga kereta kabel Lisbon populer di kalangan wisatawan dan penduduk lokal untuk naik dan turun di jalan-jalan kota yang curam.

"Kami lega" karena tidak jadi naik kereta gantung, ujar Antonio Javier, seorang turis Spanyol berusia 44 tahun, kepada AFP. Ia, istri, dan kedua anaknya memutuskan untuk tidak naik kereta gantung karena antreannya terlalu panjang.

Kereta kabel kuning umum terlihat pada suvenir di toko-toko suvenir di kota tersebut.

Gloria adalah yang paling terkenal di kota ini. Pertama kali beroperasi pada tahun 1885 dan dialiri listrik pada tahun 1915, menurut situs web monumen nasional Portugal.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.