Pemerintah Taksir Total Kerugian akibat Demo Hampir Rp900 Miliar, Tertinggi di Wilayah Jatim

Selasa, 02 Sep 2025, 13:23 WIB

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memperkirakan total kerugian akibat aksi unjuk rasa di berbagai daerah di Indonesia diperkirakan mencapai hampir Rp900 miliar, dengan jumlah tertinggi di wilayah Jawa Timur (Jatim).

“Biayanya total seluruh Indonesia, kemarin kami hitung, hampir sekitar Rp900 miliar," ucap Dody ketika ditemui saat meninjau Gerbang Tol Pejompongan, Jakarta, Selasa (2/9).

Ket. Foto: Gedung bersejarah, Grahadi Surabaya dibakar. — Sumber: antara foto

Dody menegaskan bahwa estimasi kerugian kerusakan infrastruktur tersebut sudah mencakup berbagai fasilitas di seluruh Indonesia, termasuk gedung-gedung DPRD yang dibakar, gerbang tol, halte, dan lain-lain.

Ia memperkirakan provinsi dengan nilai kerugian tertinggi adalah Jawa Timur, melihat sejumlah infrastruktur yang dibakar, meliputi Gedung Negara Grahadi yang merupakan cagar budaya, Kantor DPRD Kota Kediri, dan lain-lain.

Selain Jawa Timur, Dody juga menyoroti kerusakan yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, terkait pembakaran Kantor DPRD Makassar pada Jumat, (29/8/2025) hingga Sabtu, (30/8/2025) dini hari.

"Kira-kira yang paling besar itu Jawa Timur dan Makassar," tutur Dody.

Sebagai respons atas kerugian tersebut, Kementerian PU sudah menyiapkan anggaran darurat untuk mendukung perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan dalam rangkaian unjuk rasa.

Penyiapan anggaran tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dan dijamin tidak akan mengganggu program-program strategis presiden lainnya.

"Kami menggunakan anggaran darurat dan anggaran yang ada di kami, pokoknya ini benar-benar kondisi tanggap darurat bagi kami. Arahannya Pak Presiden (Prabowo Subianto), ini kondisi tanggap darurat bagi PU," kata Dody.

Gelombang demonstrasi besar-besaran berlangsung di berbagai kota di Indonesia menyusul meninggalnya Affan Kurniawan di tengah aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8). Presiden Prabowo Subianto menyerukan supaya masyarakat tetap tenang dan percaya kepada pemerintah.

Di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Jawa Timur, dan Makassar, terdapat aksi pembakaran fasilitas umum seperti gerbang tol, halte, gedung pemerintahan, hingga cagar budaya.

Gerbang Tol

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan Achmad Purwantono mengatakan seluruh gerbang tol ditargetkan beroperasi dengan normal pada pekan depan, Rabu (10/9).

“Tanggal 10 (Rabu, 10/9), seluruh GTO (gerbang tol otomatis) berfungsi, jadi kembali normal,” kata Rivan memberi keterangan ketika meninjau Gerbang Tol Pejompongan di Jakarta, Selasa.

Secara keseluruhan, terdapat tujuh gerbang tol yang terdampak oleh rangkaian unjuk rasa yang berlangsung di Jakarta pekan lalu. Ketujuh gerbang tol tersebut meliputi GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Senayan, GT Semanggi 1, GT Semanggi 2, dan GT Kuningan 1.

GT Pejompongan merupakan salah satu gerbang tol dengan kerusakan parah.

Rivan mencatat total kerugian yang dialami oleh Jasa Marga sekitar Rp80 miliar. Kegiatan pemulihan yang saat ini sudah berlangsung adalah membersihkan puing-puing dari bekas pembakaran.

Pada Rabu (10/9) nanti, yang dimaksud beroperasi adalah sudah bisa digunakan oleh masyarakat, meskipun secara tampilan fisik belum kembali seperti semula, katanya menjelaskan.

Beberapa gerbang tol, lanjut dia, bahkan sudah bisa beroperasi mulai Senin (7/9), dengan bantuan mobile reader.

“Perbaikan fisik masih membutuhkan waktu. Yang paling penting terkait kondisi fisik saat ini adalah tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan,” kata Rivan.

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menawarkan bantuan pendanaan kepada Jasa Marga untuk memperbaiki gerbang tol dan fasilitas-fasilitas lainnya yang terdampak unjuk rasa.

Akan tetapi, Rivan mengatakan perbaikan gerbang tol akan ditanggung oleh Jasa Marga, sehingga tidak menggunakan anggaran dari pemerintah.

“Tiga kali saya tawarkan kepada Pak Dirut Jasa Marga. Tapi beliau punya uang cukup untuk merehab dirinya sendiri,” katanya.

Sebelumnya, Dody mencatat total kerugian dari rangkaian unjuk rasa di seluruh Indonesia sekitar Rp900 miliar, dengan estimasi kerugian tertinggi tercatat di Jawa Timur.

Hal tersebut menyusul gelombang unjuk rasa besar-besaran berlangsung di berbagai kota di Indonesia setelah wafatnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online pada Kamis (28/8).

Presiden Prabowo Subianto menyerukan supaya masyarakat tetap tenang dan percaya kepada pemerintah.

Di sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Jawa Timur, dan Makassar, terdapat aksi pembakaran fasilitas umum seperti gerbang tol, halte, gedung pemerintahan, hingga cagar budaya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.