Pekan Ini, Delegasi Perdagangan Tiongkok Kembali Berunding ke AS

Jumat, 29 Agu 2025, 01:40 WIB

BEIJING - Tiongkok pada Kamis (28/8), mengatakan seorang pejabat tinggi negara tersebut akan memimpin delegasi ke Washington untuk kembali menggelar perundingan perdagangan pada minggu ini, setelah kedua negara mencapai gencatan senjata dan berbulan-bulan larut dalam ketegangan.

“Perwakilan Perdagangan Internasional Tiongkok dan wakil menteri perdagangan, Li Chenggang,akan melakukan perjalanan ke Washington untuk bertemu dengan pejabat terkait di Amerika Serikat (AS),” kata kata juru bicara kementerian perdagangan Tiongkok, He Yongqian.

Ket. Foto: Wakil menteri perdagangan Tiongkok, Li Chenggang. — Sumber: WANG Zhao/AFP

Ketegangan antara dua negara ekonomi terbesar dunia itu telah mereda tahun ini, terutama sejak April, ketika kedua negara menerapkan tarif ekspor yang melambung pada masing-masing komoditas yang masuk ke negaranya.

Pada satu titik, pengenaan bea masuk balasan yang dikenakan mencapai tiga digit oleh kedua belah pihak. Situasi tersebut mengganggu rantai pasokan karena banyak importir menghentikan pengiriman untuk mencoba dan menunggu pemerintah menyelesaikan masalah.

Sejak itu, Washington dan Beijing telah mencapai kesepakatan untuk meredakan ketegangan, dengan menurunkan tarif sementara menjadi 30 persen di pihak Amerika Serikat untuk barang ekspor Tiongkok dan 10 persen di pihak Tiongkok pada ekspor barang asal AS.

Juru bicara He mengatakan, Tiongkok bersedia bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan masalah melalui dialog dan konsultasi yang setara.

Perjalanan Li ke Washington dilakukan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia berharap untuk mengunjungi Tiongkok tahun ini atau segera setelahnya.

“Kita akan memiliki hubungan yang baik dengan Tiongkok,” kata Trump kepada wartawan pada hari Senin.

Tidak Mudah

Gencatan senjata AS-Tiongkok merupakan gencatan senjata yang tidak mudah, dengan Washington sebelumnya menuduh Beijing melanggar perjanjian mereka dan memperlambat persetujuan lisensi ekspor untuk tanah jarang.

Tiongkok merupakan produsen tanah jarang terkemuka di dunia, yang digunakan untuk membuat magnet yang penting bagi industri otomotif, elektronik, dan pertahanan.

Negara-negara tersebut kini sepakat untuk melangkah maju.

Pada bulan ini, mereka menunda ancaman penerapan kembali tarif yang lebih tinggi pada ekspor masing-masing selama 90 hari lagi, yang berarti jeda pada bea yang lebih tinggi akan berlaku hingga 10 November.

Bloomberg melaporkan bulan ini bahwa produsen pesawat AS Boeing sedang dalam pembicaraan untuk menjual hingga 500 pesawat ke perusahaan Tiongkok.

  • negosiasi tarif

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Mau Tahu Rahasia Kecantikan Kulit dan Rambut Korea, Saksikan di BXc 2 pada 27 Agustus Mendatang

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.