Ini Bahaya Gas Air Mata Bila Masuk ke Dalam Paru
Jumat, 29 Agu 2025, 15:49 WIBJAKARTA - Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan bahwa gas air mata memiliki sejumlah bahaya bagi kesehatan apabila sampai terhirup masuk ke dalam paru-paru.
"Secara umum gas air mata dapat menimbulkan dampak pada kulit, mata dan paru serta saluran pernapasan," kata Ketua Majelis Kehormatan PDPI Prof. Tjandra Yoga Aditama saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Jumat.
Prof. Tjandra mengatakan gas air mata yang disemprotkan mengandung beberapa bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh, seperti chloroacetophenone (CN), chlorobenzylidenemalononitrile (CS), chloropicrin (PS), bromobenzylcyanide (CA) dan dibenzoxazepine (CR).
Kandungan kimia yang terhirup masuk ke dalam paru berpotensi meningkatkan risiko gejala akut dalam paru dan saluran napas yang berupa dada berat, batuk, tenggorokan seperti tercekik, batuk, bising mengi, dan sesak napas.
Dalam keadaan tertentu bahkan seseorang bisa mengalami gawat napas atau respiratory distress.
Pada orang-orang yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), gas air mata dapat menimbulkan serangan sesak napas akut yang bukan tidak mungkin berujung di gagal napas (respiratory failure).
Adapun dampak lain yakni munculnya rasa seperti terbakar di bagian mata, mulut dan hidung. Orang yang terkena gas itu bisa pula mengalami pandangan kabur dan kesulitan menelan.
"Juga dapat terjadi semacam luka bakar kimiawi dan reaksi alergi," kata Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara itu.
Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI di bidang kesehatan tersebut turut mengingatkan meski dampak utama gas air mata adalah dampak akut yang segera timbul, pada keadaan tertentu dapat terjadi dampak kronik berkepanjangan.
"Hal ini terutama kalau paparan berkepanjangan, dalam dosis tinggi dan apalagi kalau di ruangan tertutup," ujar Prof. Tjandra.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa tingkat risiko kesehatan dari gas air mata bergantung pada besarnya dosis gas yang mengenai tubuh, kepekaan terhadap zat kimia dalam gas yang mungkin dapat memunculkan gangguan kesehatan tertentu bagi yang terpapar, serta lokasi paparan gas terjadi, baik di ruang tertutup atau terbuka.
"Semakin besar paparannya tentu akan makin buruk akibatnya. Demikian juga dampaknya akan bergantung bagaimana aliran udara yang membawa gas beterbangan, apakah ada kebetulan ada angin kencang ketika ada gas air mata," ucapnya.
- gas air mata
- paru-paru
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Tiket Bus di Terminal Pulo Gebang Naik Capai 30%
-
Bandung Chaos! Kronologi Unisba dan Unpas Diserang Gas Air Mata, Mahasiswa dan Posko Medis Jadi Korban, Jeritan Tolong Menggema
-
Will Smith Kembali Ramaikan Musik Hip-Hop
-
Bukan Sekadar Logam, Peneliti Indef: Hilirisasi Tembaga Perkuat Energi dan Industri RI
-
Alhamdulillah! Rano Karno Bersyukur Cuaca Hari Pertama Idul Fitri Cerah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.