Polisi Berlakukan Tindakan Tegas Untuk Memukul Mundur Demonstran Ricuh di Depan DPR/MPR

Kamis, 28 Agu 2025, 16:45 WIB

JAKARTA - Aparat kepolisian mulai melakukan tindakan tegas dengan menyemprot water cannon dan menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang mulai ricuh di depan Kompleks DPR/MPR. Demonstran menggunakan bambu dan benda-benda keras lainnya untuk merusak fasilitas gedung parlemen dan membakar ban sebagai bentuk protes. 

Polisi membentuk formasi penghadang untuk menahan laju massa yang mencoba menerobos pagar dan merusak gardu listrik. Beberapa demonstran diamankan oleh aparat ketika situasi semakin memanas dan sulit dikendalikan. 

Ket. Foto: — Sumber: Koran Jakarta / Paundra Zakirulloh

Gas air mata ditembakkan secara terarah untuk menciptakan jarak antara aparat dan demonstran yang semakin agresif melempar batu dan botol. Sementara itu, semburan water cannon diarahkan ke kerumunan untuk menekan mobilitas massa dan melumpuhkan aksinya. 

Sejumlah demonstran menggunakan bambu dan alat lainnya untuk merusak fasilitas DPR/MPR. Mereka juga membakar ban dan vandalisme pada struktur sekitar lokus aksi untuk menyampaikan tuntutan mereka. 

Seorang ibu-ibu bahkan terlihat menghadapi langsung barisan aparat dengan keberanian meski menerima tekanan water cannon dan gas air mata. Gambar visual tersebut mencerminkan eskalasi bentrokan antara rakyat dan negara yang berlangsung hingga jalan Gatot Subroto lumpuh total. 

Polisi juga menyiapkan dua mobil water cannon di dalam kompleks parlemen sebagai alat penekan situasi bila kericuhan berlanjut. Personel bersenjata anti huru-hara tampak siap memberikan respons cepat jika demonstran tidak tertib. 

Menurut pantauan, setelah kelompok buruh membubarkan diri, mahasiswa dan masyarakat umum dari berbagai kampus meneruskan aksi di depan gerbang Pancasila. Kericuhan mulai meningkat ketika massa mulai merusak gerbang dan fasilitas di sekitarnya sehingga memicu reaksi keras dari pihak keamanan. 

Beberapa media melaporkan penggunaan gas air mata berhasil memecah barisan demonstran yang mulai melempar petasan dan benda-benda keras ke arah polisi. Meski demikian, massa tetap bertahan dengan melempar batu dan botol hingga aparat terpaksa meningkatkan tekanan kejut. 

Aksi demonstrasi tersebut menyebabkan kemacetan parah di tol dalam kota dan ruas jalan Gatot Subroto sebagai dampak bentrokan antara aparat dan massa. Akibat situasi yang memburuk, awak media bahkan terpaksa mundur ke dalam kompleks parlemen untuk menghindari risiko langsung. 

Seiring dengan eskalasi kekerasan, lalu lintas transportasi publik di sekitar kawasan DPR/MPR turut terganggu karena akses diblokir dan situasional tidak memungkinkan. Aparat di lapangan terus berupaya mengendalikan situasi agar tidak meluas ke wilayah sekitar. 

Hingga berita ini ditulis, situasi di depan DPR/MPR masih belum sepenuhnya kondusif. Polisi tetap siaga dan melakukan penguatan formasi untuk mengantisipasi lonjakan kericuhan tambahan dari massa yang belum mereda. 

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.