Mendes Ajak Desa Kawal Program Pemerintah Demi Sukseskan Astacita

Selasa, 26 Agu 2025, 01:00 WIB

Jakarta - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengaku optimistis Astacita keenam dari Presiden Prabowo Subianto dapat terwujud apabila semua pemerintah desa mengawal program-program pemerintah agar berjalan dengan baik.

"Kalau semuanya bergerak, Astacita keenam Bapak Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemerataan kemiskinan, itu in syaa Allah bisa tercapai," kata Mendes Yandri saat memberikan sambutan sekaligus membuka Musyawarah Nasional (Munas) DPP Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Kantor Kemendes PDT, Jakarta, Senin (25/8).

Ket. Foto: Yandri Susanto Mendes PDT - Desa harus berdaya, desa melakukan pembuatan ekonomi, desa melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi. — Sumber: istimewa

Seperti dikutip dari Antara, Yandri menyampaikan sejumlah program pemerintah yang perlu dikawal pelaksanaannya oleh pemerintah desa adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.

Dia mencontohkan terkait dengan Makan Siang Bergizi Gratis, program tersebut perlu dikawal implementasinya oleh pemerintah desa karena berpotensi memberikan keuntungan besar kepada desa. Desa, kata dia melanjutkan, dapat berperan menjadi pemasok bahan baku Makan Bergizi Gratis.

"Putaran uang miliran di desa berarti Bapak/Ibu (pemerintah desa) sangat menentukan berhasil atau tidak berhasilnya Makan Siang Bergizi, program yang sangat mulia dari Bapak Presiden. Maka, Bapak/Ibu lah sebagai komandonya di desa," kata Yandri.

Sejalan dengan peluang itu, Mendes Yandri pun menekankan bahwa desa tidak boleh hanya menjadi penonton atau penikmat kesuksesan program-program pemerintah. Desa, ujarnya, harus berkontribusi menyukseskan program-program itu.

"Saya di mana-mana mengatakan, jangan sampai desa itu menjadi penonton. Jangan sampai desa itu menjadi penikmat saja karena putaran uang yang besar itu sejatinya dinikmati oleh desa," ujarnya.

Perhatian Pemerintah

Lebih lanjut, Yandri meminta seluruh kepala desa (kades) agar benar-benar memperhatikan kondisi terkini masyarakat desanya, menyusul kasus kematian Raya, balita di Sukabumi, Jawa Barat.

"Mohon para kepala desa, sebagai ujung tombak pemerintah yang paling ujung, dari Pemerintah Republik Indonesia, harus benar-benar melihat situasi kekinian," katanya.

Hal tersebut dia sampaikan menanggapi sorotan sejumlah pihak mengenai kurangnya perhatian pemerintah desa terhadap warganya, sehingga memicu kasus yang menimpa Raya, balita berusia empat tahun, di Sukabumi, Jawa Barat.

Raya meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh dipenuhi cacing parasit yang menyebar ke otak.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah menegaskan penyebab kematian Raya bukan disebabkan oleh cacing gelang yang ditemukan dalam tubuhnya, melainkan akibat infeksi berat yang berujung pada sepsis.

"Raya meninggal bukan karena cacingan, tetapi karena infeksi yang menyebar ke seluruh tubuhnya," kata Menkes Budi.

Menkes menjelaskan infeksi berat yang menyebabkan sepsis pada Raya diduga dipicu oleh penyakit yang telah diderita selama berbulan-bulan, seperti batuk berdahak berkepanjangan. Ia menyebut kemungkinan diagnosis awal mengarah pada meningitis atau tuberkulosis (TBC).

"Selama tiga bulan, dia batuk berdahak tanpa henti, tubuhnya melemah, sehingga bakteri menyebar ke seluruh tubuh. Itu yang disebut sepsis," ujarnya.

Atas kasus itu Menkes mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah, termasuk skrining penyakit menular seperti TBC dan infeksi cacing.

Redaktur: Andreas Tanjung

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

HUT RI Bawa Kabar Baik! Tarif Transportasi Khusus Diharap Bikin Warga Makin Gemar Naik Angkutan Umum

Komunitas Penyelam Kibarkan Merah Putih di Bawah Laut Maratua di HUT Ke-81 RI

Nasib 2.298 PPPK Paruh Waktu Bengkulu Utara Terjawab, Pemkab Pastikan Tetap Bekerja

OJK Bangun Pusat Layanan Keuangan Terpadu di KNMP Sorue Jaya Konawe

Keren Bikin Penumpang Terpukau! KAI Palembang Hadirkan Nuansa Merah Putih di Kereta

BMKG Prakirakan Sejumlah Kota Besar di Tanah Air pada Selasa (18/8) Diguyur Hujan, Jakarta dan Bandung Berawan Tebal

BNPB Percepat Distribusi Bantuan untuk Penanganan Darurat Korban Gempa NTT

Bantuan Gempa NTT Dipacu! BNPB Percepat Distribusi ke Warga Terdampak

Atraksi Drone Spektakuler di Bundaran HI, Perjalanan Indonesia Sukses Bikin Terpukau

Ndarboy Gank Meriahkan Pesta Rakyat di Bundaran HI dengan “Kicau Mania"

GIHES 2026: Pesantren Jadi Model Pendidikan Holistik untuk Menjawab Tantangan Zaman

Di Tengah Suasana Pascagempa, Upacara HUT Kemerdekaan RI di Manggarai Berlangsung Khidmat

Pascagempa, Pemkab Manggarai Barat Pastikan Pariwisata Labuan Bajo Aman Dikunjungi

Debit Air Rawa Pening Menyusut, Warga Manfaatkan Lahan Genangan untuk Tanam Padi

Penuh Khidmat, Puluhan Pendaki Gelar UPacara HUT Ke-81 RI di Puncak Gunung Kerinci

Polresta Sidoarjo Ukir Prestasi, Pelayanan untuk Perempuan dan Anak Raih Penghargaan

Kabar Baik bagi ASN Ambon! TPP Dua Bulan Dibayar, Bertepatan HUT Ke-81 RI

Pemkot Ambon Lunasi Pembayaran TPP Dua Bulan ASN di HUT Ke-81 RI

Pemkot Bekasi Kenang Perjuangan Rakyat di Jembatan Sasak Kapuk, Kaliabang Tengah

Ada Kisah Sejarah yang Mengharukan, Pemkab Bekasi Kenang Perjuangan Rakyat di Sasak Kapuk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.