IHSG Tersandung Ancaman Tarif Trump, Investor Kian Gelisah
Selasa, 26 Agu 2025, 17:58 WIBJAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah seiring meningkatnya kehati-hatian investor yang mencermati ancaman tarif baru Donald Trump terhadap Tiongkok.Â
Sentimen ini memicu kekhawatiran perang dagang kembali memanas, berpotensi menekan arus perdagangan global dan mengganggu rantai pasok.Â
Investor cenderung bersikap defensif dengan melepas saham berisiko, terutama di sektor komoditas dan manufaktur yang sensitif terhadap ekspor, sementara minat pada aset aman meningkat.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/8) sore, ditutup melemah 21,15 poin atau 0,27 persen ke posisi 7.905,76 seiring pelaku pasar mencermati ancaman tarif oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap Tiongkok.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 11,31 poin atau 1,36 persen ke posisi 817,61.
âSentimen negatif antara lain berasal dari koreksi indeks bursa regional Asia,â sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (26/8).
Mayoritas bursa di kawasan Asia ditutup melemah akibat ancaman Presiden AS Donald Trump, yang akan memberlakukan tarif impor sebesar 200 persen, apabila China tidak mengekspor mineral tanah jarang ke AS.
Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara-negara yang tidak menghapus pajak digital dan peraturan terkait.
Selain itu, pelaku pasar mencermati pertemuan antara Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung dan Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan perdagangan yang telah diumumkan bulan lalu, yang menetapkan tarif impor sebesar 15 persen atas ekspor Korea Selatan ke AS.
Dari AS, Presiden Trump memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook dari dewan bank sentral.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, lima sektor menguat yaitu sektor energi naik sebesar 1,33 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor kesehatan yang naik masing-masing naik sebesar 0,97 persen dan 0,64 persen.
Sedangkan enam sektor terkoreksi yaitu sektor properti turun paling dalam sebesar 1,38 persen, diikuti oleh sektor barang baku dan sektor keuangan yang masing-masing turun sebesar 1,18 persen dan 0,88 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu DFAM, JARR, OASA, JECC, dan RELI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FILM, LPKR, SSTM, MPPA, dan BABP.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.367.985 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,74 miliar lembar saham senilai Rp45,82 triliun. Sebanyak 266 saham naik, 393 saham menurun, dan 145 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 469,82 poin atau 1,10 persen ke 42.338,00, indeks Hang Seng melemah 304,99 poin atau 1,18 persen ke 25.524,92, indeks Shanghai turun 15,18 poin atau 0,39 persen ke 3.868,38, dan indeks Strait Times melemah 12,78 poin atau 0,30 persen ke 4.243,71.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pergerakan indeks harga saham gabungan
-
IHSG Hari Ini Dibuka Menguat, Pasar Cermati Arah Moneter Global di Tengah Konflik AS-Iran
-
IHSG Hari Ini Berpotensi Volatil di Tengah Sikap Wait and See Pertemuan The Fed
-
IHSG naik pada hari pertama penerapan WFH bagi ASN
-
IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia dan Global
-
IHSG Dibuka Menguat 2,75 Persen, Mengikuti Bursa Asia Seiring Trump Kembali Tunda Serangan ke Iran
-
Alarm Pasar Saham: IHSG Anjlok Nyaris 20% Sepanjang 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.