Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Pamekasan Gerakkan Tenaga Kesehatan untuk Imunisasi Campak

📅 Selasa, 26 Agu 2025, 21:40 WIB | Oleh:
Dinkes Pamekasan Gerakkan Tenaga Kesehatan untuk Imunisasi Campak Doc: ANTARA/ HO-Pemkab Pamekasan
Ket. Pemeriksaan kesehatan balita oleh kader posyandu di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

Pamekasan -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur menggerakkan tenaga kesehatan di semua puskesmas dalam kegiatan imunisasi campak massal guna mencegah penyebaran penyakit itu di wilayah setempat.

"Para tenaga medis yang kami gerakkan ini yang bertugas di masing-masing puskesmas di 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pamekasan Avira Sulistyowati di Pamekasan, Selasa.

Ia menjelaskan masing-masing puskesmas juga diberi tanggung jawab untuk melakukan imunisasi campak kepada semua anak yang ada di wilayah itu.

"Misalnya, Puskesmas Larangan, semua tenaga medis di sana harus proaktif melakukan imunisasi kepada anak-anak yang ada di kecamatan tersebut," katanya.

Menurut Avira, selain merupakan instruksi dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, imunisasi campak massal di Pamekasan dilakukan karena banyak anak yang terserang penyakit tersebut. "Ada 261 anak yang terduga terserang campak," katanya.

Dari jumlah itu, sebanyak 123 anak dinyatakan positif.

Avira menjelaskan tingginya kasus campak di Pamekasan itu akibat rendahnya imunisasi. "Karena itu, imunisasi massal kami lakukan untuk mencegah penyebaran," katanya.

Avira Sulistyowati mengatakan imunisasi massal campak dimulai pada 20 Agustus 2025 dan akan berlangsung selama dua pekan.

"Kami juga melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menyukseskan program ini. Sebab, banyak orang tua yang tidak mau melakukan imunisasi dengan alasan khawatir efek yang ditimbulkan setelah imunisasi," katanya.

Memang, sambung Avira, setelah imunisasi, anak akan mengalami demam. Namun, setelah itu normal kembali dan kekebalan tubuh anak meningkat, sehingga tidak mudah terserang penyakit campak.

Jumlah anak yang positif kasus campak di Pamekasan kali ini lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. 

Pada 2024, anak yang positif menderita campak sebanyak 25 anak. "Jadi, ada peningkatan yang sangat tinggi dibanding tahun lalu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.