Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gunung Soputan-Sulut Gempa Sebanyak 98 Kali

📅 Senin, 25 Agu 2025, 16:06 WIB | Oleh:
Gunung Soputan-Sulut Gempa Sebanyak 98 Kali Doc: ANTARA/Karel A Polakitan
Ket. Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulut.

Manado -- Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat kegempaan Gunung Soputan di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara pada periode 16 Juli-31 Juli 2025, lebih didominasi gempa tektonik jauh yaitu sebanyak 98 kali.

"Seismograf juga merekam sebanyak 17 kali gempa guguran, 12 kali gempa vulkanik dangkal, 16 kali gempa vulkanik dalam, dan dua kali gempa terasa," kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid AN dalam laporan yang diterima ANTARA di Manado, Minggu.

Dalam laporan yang dibagikan Kepala Balai Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Gerakan Tanah Sulawesi dan Maluku Juliana DJ Rumambi disebutkan, berdasarkan data pengamatan visual, guguran masih tidak teramati dan tinggi asap kawah rata rata masih di bawah 100 meter dari puncak.

Adapun secara instrumental, aktivitas kegempaan Gunung Soputan masih tinggi dan berfluktuatif.

Secara keseluruhan, pada periode ini aktivitas kegempaan cenderung berfluktuatif bila dibandingkan dengan periode sebelumnya gempa tektonik mengalami peningkatan akibat terjadinya gempa terasa namun hal ini tidak diikuti peningkatan gempa-gempa vulkanik, dan secara deformasi juga tidak ada perubahan yang signifikan.

Potensi bahaya aktivitas Gunung Soputan saat ini yaitu berupa lontaran dan aliran/guguran lava maupun piroklastik.

Jika terjadi erupsi gunung api, potensi bahaya sekunder berupa lahar dapat terjadi di sepanjang sungai/lembah yang berhulu di Gunung Soputan.

"Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh hingga 31 Juli 2025, maka tingkat aktivitas Gunung Soputan tetap pada Level II (Waspada) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini," ujar Muhammad Wafid.

Dia berharap warga mematuhi rekomendasi di antaranya, masyarakat di sekitar Gunung Soputan maupun pengunjung/wisatawan/pendaki tidak beraktivitas di dalam radius 1,5 kilometer dari puncak dan area sektoral sejauh 2,5 kilometer dari puncak ke arah lereng barat hingga barat laut.

Selanjutnya, masyarakat yang bermukim/beraktivitas di sekitar Gunung Soputan senantiasa menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi hujan abu jika terjadi erupsi.

Masyarakat yang bermukim/beraktivitas di sekitar bantaran sungai yang berhulu di sekitar lereng Gunung Soputan agar mewaspadai potensi ancaman lahar terutama ketika musim hujan.

Beberapa sungai yang perlu diwaspadai di antaranya adalah Sungai Ranowangko, Sungai Lawian, Sungai Popang, dan Londola Kelewahu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
  • Indonesia Kantongi 5 Medali Asian Games
    persaingan ketat, mungkinkah kontingen Indonesia bisa masuk 3 ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Luar Negeri
Uni Eropa Ajak Kanada Jalin...
Luar Negeri
Qatar Ajak Negara Teluk Gan...
Advertisement
Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

Sebelum Mundur dari Kepengurusan Golkar, Nusron Ternyata Diskusi dengan Bahlil

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.