Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pesawat N219, Senjata Baru Papua Pegunungan Hadapi Tantangan Konektivitas

📅 Minggu, 24 Agu 2025, 22:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pesawat N219, Senjata Baru Papua Pegunungan Hadapi Tantangan Konektivitas Doc: Antara/ Dok Humas PTDI
Ket. Pesawat N219 karya anak bangsa merupakan hasil kerja sama PTDI dan LAPAN.

WAMENA – Langkah Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan (Papeg) menggandeng PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk pengoperasian pesawat N219. Hal itu memiliki arti strategis dalam menjawab tantangan konektivitas di wilayah pegunungan.

Secara geografis, Papua Pegunungan dikenal memiliki topografi yang sulit dijangkau dengan transportasi darat. Kondisi ini membuat moda transportasi udara menjadi kebutuhan vital, bukan sekadar pelengkap.

Dari sisi kebijakan pembangunan, kolaborasi ini mencerminkan pendekatan infrastruktur berbasis kebutuhan lokal. N219 yang dirancang sebagai pesawat perintis dengan kapasitas 19 penumpang dan kemampuan mendarat di landasan pendek, dianggap sesuai untuk kondisi lapangan udara di pedalaman Papua.

Kehadirannya diharapkan mampu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta membuka akses lebih luas terhadap layanan kesehatan, pendidikan, hingga pasar.

Secara ekonomi, pengoperasian N219 dapat mendorong sirkulasi barang dari dan ke wilayah pedalaman, sehingga harga kebutuhan pokok tidak terlalu timpang dengan wilayah perkotaan. Selain itu, ini berpotensi membuka peluang investasi baru di sektor pariwisata dan perdagangan lokal.

Namun, keberhasilan inisiatif ini tetap bergantung pada keberlanjutan pendanaan, kesiapan infrastruktur bandara perintis, serta kualitas manajemen operasional.

Di sisi lain, kolaborasi dengan PTDI juga memiliki makna strategis nasional. Penggunaan N219 buatan dalam negeri bukan hanya memperkuat kemandirian industri dirgantara nasional, tetapi juga memperlihatkan bahwa produk lokal mampu menjawab kebutuhan pembangunan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Jika program ini berhasil, Papua Pegunungan bisa menjadi model percontohan integrasi teknologi kedirgantaraan nasional dengan pembangunan wilayah sulit akses.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Papua Pegunungan Jimmy Yoku di Wamena, Minggu (24/8), mengatakan penandatanganan kerja sama dengan PTDI telah dilakukan dan saat ini menunggu koordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk tindak lanjutnya.

“Pengoperasian pesawat N219 masih kami koordinasi dengan Bappenas terkait subsidi, apakah subsidinya nanti ditanggung oleh pemerintah pusat atau daerah,” katanya.

Menurut Jimmy, koordinasi dengan Bappenas sangat penting untuk membantu meningkatkan percepatan pembangunan khusus sektor transportasi udara di wilayah pedalaman Papua Pegunungan.

“Kami berharap adanya dukungan subsidi dari pemerintah pusat untuk menutupi pembiayaan penerbangan N219 di wilayah pedalaman Papua Pegunungan. Kami minta dukungan subsidi pemerintah pusat karena anggaran pemerintah daerah sangatlah terbatas,” ujarnya.

Dia menjelaskan pengoperasian pesawat jenis N219 buatan PTDI merupakan wujud nyata dari program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan John Tabo-Ones Pahabol dalam mengatasi permasalahan keterisolasian di daerah ini.

“Pesawat jenis N219 akan beroperasi di wilayah-wilayah pedalaman Papua Pegunungan yang belum memiliki akses bandara besar. Ini untuk membantu mobilisasi masyarakat dari kampung ke kota sekaligus membantu distribusi bahan pokok atau bapok,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.