Laos Gencarkan Pelepasan Nyamuk Wolbachia untuk Tekan Kasus Demam Berdarah

Minggu, 24 Agu 2025, 23:43 WIB

VIENTIANE - Dalam upaya memerangi demam berdarah, Laos memperluas pelepasan nyamuk yang terinfeksi Wolbachia, metode aman dan efektif yang mengubah nyamuk menjadi "prajurit kecil" melawan virus tersebut.

Pada awal Agustus, nyamuk yang terinfeksi Wolbachia dilepaskan di tujuh distrik di ibu kota Laos, Vientiane. Langkah ini didasarkan pada kesuksesan proyek percontohan pada 2022, yang melibatkan pelepasan nyamuk Wolbachia di sejumlah wilayah kota, melindungi 32 desa dan hampir 86.000 orang.

Wolbachia merupakan bakteri alami dan aman yang mengurangi kemampuan nyamuk Aedes aegypti pembawa demam berdarah untuk menularkan virus antarmanusia. Nyamuk yang membawa bakteri ini bereproduksi dengan nyamuk Aedes aegypti liar di daerah tersebut, sehingga Wolbachia diturunkan kepada keturunannya.

Banyak warga telah menyatakan dukungan kuat terhadap upaya yang sedang berlangsung itu, terutama di kalangan mereka yang mengutamakan perlindungan lingkungan.

Khonesavanh, seorang warga ibu kota itu, memandang metode tersebut sebagai solusi ramah lingkungan dan cerdas yang melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga lingkungan alam.

Dia yakin pendekatan tersebut menawarkan bentuk perlindungan yang berkelanjutan dan jangka panjang, dan mengatakan metode itu meminimalkan dampak negatif bagi manusia dan alam.

"Saya merasa puas bahwa pemerintah kita telah memilih metode yang tidak hanya membantu mencegah dan mengurangi penyebaran penyakit, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap perlindungan lingkungan dan efektivitas secara keseluruhan," katanya pada Sabtu (23/8).

Menurut laporan Kementerian Kesehatan Laos, Laos melaporkan 2.614 kasus demam berdarah pada paruh pertama 2025, menandai penurunan yang signifikan dibandingkan dengan 5.192 kasus yang tercatat pada periode yang sama di 2024.

Sementara itu, tidak ada laporan kematian akibat demam berdarah di negara tersebut dari Januari hingga Juni, dibandingkan dengan tiga kematian pada periode yang sama di 2024.

Molakod, seorang mahasiswa kedokteran, mengatakan demam berdarah memerlukan perhatian serius, karena sulit didiagnosis pada tahap awalnya tetapi dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa jika tidak diobati tepat waktu.

Molakod mengatakan dirinya mengapresiasi langkah-langkah proaktif pemerintah dalam memerangi demam berdarah, seraya menambahkan bahwa perjuangan ini jauh dari kata selesai.

"Pemerintah telah melakukan bagiannya, kini giliran kita untuk melakukan bagian kita. Kita semua perlu merawat rumah dan halaman kita, serta memastikan bahwa kita tidak memberikan tempat bagi nyamuk untuk berkembang biak, terutama selama musim hujan," kata Nilamon (35), seorang warga Provinsi Vientiane.

Nilamon meyakini bahwa kekuatan sesungguhnya terletak pada aksi masyarakat. Dia mendesak warga di seluruh negara itu untuk memikul tanggung jawab pribadi dengan menjaga kebersihan dan keamanan rumah serta lingkungan sekitar mereka.

Hingga 16 Agustus, Laos telah melaporkan 6.746 kasus demam berdarah, termasuk satu kematian. Jumlah kasus tertinggi tercatat di Vientiane yang melaporkan 3.405 infeksi. Ant/Xinhua

Ket. Foto: Para wanita membawa keranjang berjalan melewati pagoda di Luang Prabang, Laos. Menurut laporan Kementerian Kesehatan Laos terdapat 2.614 kasus demam berdarah pada paruh pertama 2025. — Sumber: AFP/TANG CHHIN SOTHY

  • lao pdr

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

Berita Terbaru

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.