Singkawang Bidik KNMP sebagai Mesin Baru Pertumbuhan, Bukan Hanya Destinasi Wisata

Sabtu, 23 Agu 2025, 21:25 WIB

SINGKAWANG - Rencana Pemerintah Kota Singkawang membangun Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Kuala, Kecamatan Singkawang Barat, bukan sekadar proyek pembangunan fisik, tetapi simbol strategi besar mengubah wajah pesisir menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. 

Ide ini sarat ambisi: menjadikan kawasan nelayan tradisional sebagai episentrum wisata bahari berbasis masyarakat, sekaligus motor penggerak kesejahteraan warga pesisir.

Ket. Foto: Suasana Vihara Tri Dharma Bumi Raya di pusat Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat (12/11/2021). — Sumber: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang.

Namun, gagasan besar itu menuntut komitmen lebih dari sekadar perencanaan. Membangun KNMP berarti membangun ekosistem ekonomi baru yang menyatukan sektor perikanan, pariwisata, kuliner, budaya, hingga UMKM. 

Tanpa tata kelola yang transparan, partisipasi masyarakat, dan keberpihakan nyata terhadap nelayan sebagai aktor utama, proyek ini berpotensi terjebak menjadi sekadar etalase wisata tanpa dampak riil bagi warga lokal.

KNMP juga harus dipandang sebagai laboratorium kecil transisi ekonomi daerah pesisir: bagaimana masyarakat nelayan bisa naik kelas, dari sekadar penangkap ikan menjadi pelaku utama dalam industri pariwisata bahari yang berkelanjutan. 

Di titik inilah, KNMP bisa melampaui fungsi ekonomi, menjadi simbol kemandirian dan kebangkitan identitas nelayan sebagai penjaga laut sekaligus tuan rumah wisata.

Pertanyaannya, apakah Pemkot Singkawang berani memastikan bahwa KNMP benar-benar berbasis masyarakat, bukan berbasis investor semata? Sebab hanya dengan menempatkan masyarakat sebagai pusat, KNMP bisa menjadi ikon transformasi ekonomi biru yang bukan hanya membanggakan secara citra, tetapi juga mengangkat kesejahteraan rakyat pesisir dari bawah.

"Program KNMP merupakan inisiatif Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan nelayan, serta menciptakan sentra ekonomi baru di kawasan pesisir," ujar Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, di Singkawang, Sabtu (23/8).

Menurutnya, kawasan KNMP di Singkawang dirancang tidak hanya sebagai pusat aktivitas perikanan tangkap, tetapi juga destinasi wisata terpadu. Pengembangan akan diarahkan pada beberapa potensi unggulan, seperti wisata mangrove, kuliner berbasis seafood, hingga wisata alam yang memanfaatkan kekayaan pesisir setempat.

Selain itu, fasilitas pendukung, seperti dermaga, unit pengolahan hasil perikanan, cold storage, dan sentra kuliner direncanakan masuk dalam grand design pembangunan. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk perikanan dan mendorong lahirnya usaha mikro kecil di sektor kelautan.

"Pemkot Singkawang saat ini tengah menyiapkan rancangan awal pengembangan, agar pembangunan berjalan terarah dan terintegrasi," ujarnya pula.

Penyusunan rencana juga melibatkan pemangku kepentingan, termasuk masyarakat nelayan sebagai penerima manfaat utama.

Program ini diproyeksikan memberi dampak ganda, yakni memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produksi ikan, sekaligus membuka lapangan kerja baru di sektor wisata dan kuliner. Dengan begitu, KNMP diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal lebih luas.

Selain mendukung kesejahteraan nelayan, KNMP juga diproyeksikan memperkuat daya tarik wisata Kota Singkawang yang selama ini dikenal sebagai kota multikultural dan tujuan wisata unggulan Kalbar. Kehadiran destinasi berbasis bahari dinilai dapat melengkapi sektor pariwisata yang sudah ada.

"Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, Singkawang menargetkan KNMP di Kelurahan Kuala menjadi kawasan percontohan yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan berbasis masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi baru yang memberi manfaat luas bagi warga pesisir," ujarnya lagi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.